Top News




Seputarkuningan.com - 
Nasib malang dialami Sinap (55) warga Lingk Ciketug Rt 02 Rw 01 Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Delapan bulan lalu rumah yang dihuninya nyaris ambruk hingga tidak bisa ditinggali lagi. Sejak saat itu, dirinya terpaksa menumpang hidup di rumah kosong milik tetangganya. Padahal, posisi rumahnya berada di tengah kota.

Ditinggal suami meninggal, dan hidup dengan dua orang anak, Sinap harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Untuk menyambung hidupnya, Sinap berjualan nasi uduk menggunakan gerobak di depan Toserba Terbit Ciporang.



Penghasilannya yang tidak menentu membuat Sinap tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya yang nyaris ambruk. Kondisi rumah Sinap, berukuran 9 meter x 5 meter itu sangat memprihatinkan. Masuk ke gang kecil, atap depan sudah terlihat tua, sebagian doyong ke bawah menunggu ambruk. Atap belakang justru sebagian sudah ambruk. Praktis, saat hujan terjadi bocor, banjir. Dinding rumah, juga hancur. Kusen hingga flapon sudah pada rapuh. Bahkan, bagian dapur dan kamar sudah tidak dapat dipergunakan.

"Sudah 8 bulan saya tinggal di rumah kosong milik tetangga saya. Alhamdulillah, tetangga saya mengijinkan untuk tinggal di tempatnya," ujar Sinap kepada seputarkuningan.com saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/9/2022).



Sinap mengaku, dengan kondisi rumahnya yang mau ambruk ini dirinya dan anak-anak merasa takut ketika hujan besar turun. Dikhawatirkan rumahnya ini ambruk bahkan atap rumahnya sudah bocor dimana-mana.

Sementara itu, Ketua RT 02 Udi Ahyudi mengatakan bahwa rumah tersebut sudah diajukan sejak tahun 2019 hanya saja hingga saat ini belum ada bantuan.

"Sekarang juga mau diajukan lagi. Mudah mudahan pemerintah segera terketuk dan segera direalisasikan," kata Udi. 

Udi menambahkan, dari pihak Kelurahan sudah meninjau rumah tersebut bahkan hingga 3 kali, tapi belum juga ada realisasinya.

"Mungkin belum ada rejekinya, yaa harus sabar. Saya berharap agar rumah Ibu Sinap dan warga lainnya yang rumahnya tidak layak huni dapat bantuan segera," ujar Udi. (Elly Said)


Seputarkuningan.com - 
Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy ditantang massa puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Melawan (GMM) untuk menandatangani surat pernyataan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (19/9/2022). Diterima di Halaman Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, para pendemo membawa serta mobil pik up sebagai kendaraan komando menyuarakan aspirasi rakyat.

Gerakan Masyarakat Melawan itu terus bergantian melakukan orasi menyindir para penguasa atas kebijakan yang dianggap tidak bersahabat dengan rakyat kecil.

"Kami meminta kepada Ketua DPRD membuktikan jika berpihak kepada rakyat untuk menandatangani surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM," ujar Kordinator Lapangan aksi, Ust. Lukman.

Adapun 3 poin isi surat pernyataan yang dibacakan adalah :

1. Gerakan Masyarakat Melawan bersama seluruh lapisan elemen masyarakat di Kabupaten Kuningan dengan tegas menolak kenaikan harga BBM

2. Meminta pemerintah segera membatalkan kenaikan harga BBM karena kenaikan harga BBM adalah penghianatan terhadap mandat konstitusi

3. Jika pemerintah tidak mampu mengembalikan harga BBM seperti semula, Presiden wajib bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya.

Akan tetapi, di saat akan dilakukan penandatanganan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy menolak melakukannya. Hanya 2 anggota DPRD saja yang menandatangani surat pernyataan tersebut.

Usai menerima pendemo, Nuzul memberikan alasannya menolak menandatangani surat pernyataan tersebut. Menurut Nuzul, pada prinsipnya pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh peserta aksi.

"Dari awal kami sudah mengatakan bahwa kami pun menolak kenaikan harga BBM ini, bahkan sudah saya sampaikan juga pada saat rapat paripurna Hari Jadi Kuningan. Pada prinsipnya, narasi yang disampaikan sependapat dengan kita. Demo itu konstitusional, tuntutannya konstitusional tapi ada satu yang inskonstitusional adalah poin ketiga. Bahwa meminta presiden mundur di tengah jalan itu tidak konstitusional karena presiden dipilih oleh rakyat," jelas Nuzul.

Narasi lainnya, kata Nuzul, pihaknya setuju tapi sebagai DPRD lembaga yang konstitusional tidak mungkin melakukan hal-hal yang inkonstitusional.

"Saya rasa itu saja alasannya," pungkas Nuzul. (Elly Said)




Seputarkuningan.com - 
Kepala Inspektorat Kabupaten Kuningan, Deniawan, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian terhadap kasus adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) yang dilakukan mantan Kepala Dusun Wage Desa Kalimanggis Kulon.

Deni menjelaskan, kronologis yang disampaikan oleh pihak kepolisan adalah adanya laporan dari warga  bahwa adanya dugaan penyelewengan dana BPNT yang dilakukan salah seorang perangkat desa dengan modus oknum perangkat desa tersebut memegang kartu ATM salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atas nama Yana Suryana sejak tahun 2020.

Akan tetapi, KPM atas nama Yana Suryana ini ternyata telah pindah rumah dan bukan lagi warga Desa Kalimanggis Kulon. Hanya saja, dalam laporan yang diterima pihaknya,  tindakan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa ini tidak dibenarkan yang menjadi laporan warga.

"Hingga saat ini kami masih melakukan kajian terhadap kasus tersebut. Dan pihak kami sudah melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak terkait salah satunya pihak kecamatan dan Dinas Sosial," ujar Deni saat dikonfirmasi, Selasa (20/9/2022).

Deni menambahkan, kajian terhadap kasus BPNT Desa Kalimanggis Kulon ini masih terus berproses, sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan secara gamblang atas kasus yang sedang berjalan ini.

"Nantinya bersama pihak kepolisian kami pun akan melakukan kajian kembali akan seperti apa sanksi yang diterapkan," ujar Deni.

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya dugaan penyelewengan dana BPNT yang dilakukan oleh salah seorang perangkat Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis terkuak ketika terjadi pergantian Kepala Dusun Wage. Kadus yang baru mempertanyakan adanya KPM atas nama Yana Suryana yang ATM nya tidak diketahui keberadaannya.

Mengetahui hal tersebut, para pemuda setempat mencoba menyelusuri kepemilikan ATM BPNT tersebut dan ternyata ATM atas nama Yana Suryana tersebut dipegang Kepala Dusun Wage sebelumnya. Mantan Kepala Dusun Wage, JJ, pun telah mengakui bahwa ATM tersebut dipegang dirinya dan selalu dicairlkan oleh suaminya dengan dalih diserahkan kembali kepada warga yang berhak. (Elly Said)



Photo : ilustrasi Google Photo

Seputarkuningan.com - 
Kasus dugaan penyelewengan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) di Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis yang dilakukan oleh mantan Kepala Dusun Wage JJ sudah berjalan hampir empat bulan lamanya dipertanyakan warga. Uri, salah seorang Warga Desa Kalimanggis Kulon mengatakan, ksus dugaan adanya penyelewengan BPNT ini sudah ditangani pihak kepolisian pada bulan Mei 2022 lalu, akan tetapi hingga saat ini belum ada kelanjutan dari kasus tersebut. 

"Pada Bulan Mei lalu kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisan, hanya sampai sekarang belum tahu kelanjutannya seperti apa," ujar Uri.

Uri berharap kasus ini segera ada kepastian hukumnya, tidak mengambang seperti sekarang ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M. Hafid Firmansyah mengatakan bahwa kasus dugaan adanya penyelewengan BPNT yang dilakukan oleh mantan Kepala Dusun Wage Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis sudah ditangani oleh pihak.

Kasat menjelaskan, proses penanganan yang dilakukan di Sat Reskrim Polres Kuningan sudah selesai dilakukan dari mulai pemanggilan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti dan juga pemanggilan terlapor.

"Hasil dari penyelidikan kami kemudian dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Kuningan untuk dilakukan pengkajian. Nah, saat ini proses tersebut berada di Inspektorat. Hasilnya seperti apa kami belum mengetahuinya," ujar Kasat saat dikonfirmasi, Selasa (20/9/2022). (Elly Said)

Baca : https://www.seputarkuningan.com/2022/05/miris-oknum-perangkat-desa-ini-curi.html

           https://www.seputarkuningan.com/2022/05/bpnt-diselewengkan-warga-tindak-tegas.html

           https://www.seputarkuningan.com/2022/05/kisruh-bpnt-di-kalimanggis-kulon.html