Articles by "News"
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan


Seputarkuningan.com - 
Peredaran uang palsu kini dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan pelaku menyasar pemilik agen bank dan minta ditransferkan sejumlah uang. Namun ternyata uang yang diserahkan uang palsu. Unit Pidum Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu dengan modus transfer.

"Modus pelaku melakukan transaksi transfer BRI link sebesar Rp 4.000.000. Setelah transaksi transfer berhasil kemudian pelaku membayar uang tersebut dengan memberikan uang sebanyak 80 lembar uang kertas pecahan lima puluh ribuan palsu," papar Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M. Hafid Firmansyah melalui Kanit Pidum IPDA Wahyu Untoro kepada awak media saat dikonfirmasi, Selasa (6/12/2022).

Wahyu menyebut ada tiga pelaku yang berhasil diamankan saat ini, yaitu IP (38) warga Desa Cipedes Kecamatan Ciniru, HS (40) warga Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang dan AM (52) warga Desa Cinagara Kecamatan Lebakwangi. 

"Kasus berawal dari penjualan handphone milik IP secara COD. Lalu, IP dan HS bertemu untuk melakukan transaksi penjualan handphone. Setibanya di rumah, IP mengetahui ternyata uang hasil menjual handphonenya ternyata palsu," jelas Wahyu.

Wahyu melanjutkan, kemudian IP mendatangi  toko BRI Link HD Putra di Jalan Raya Sindangagung Desa Sindangagung Kecamatan Sindangagung untuk mentransfer uang palsu tersebut. Penjaga BRI Link pun mentransfer uang tersebut ke rekening milik IP. Setelah transaksi berhasil, pelaku langsung pergi meninggalkan toko tersebut. Setelah diperiksa oleh penjaga toko, ternyata uang tersebut palsu.



Petugas, kata Wahyu, kemudian mengamankan IP dan dari keterangan IP uang palsu tersebut didapat dari HS. Petugas pun kemudian mengamankan HS dan mengaku uang palsu tersebut didapat dari AM.

Barang bukti yang berhasil diamankan uang palsu sebanyak 97 lembar pecahan lima puluh ribu, 1 handphone merk OPPO dan 3 unit kendaraan yang digunakan pelaku.

"Saat ini kami masih terus memburu satu pelaku lainnya yang ternyata sudah melarikan diri ketika akan diamankan. AM mendapatkan uang palsu tersebut dengan cara membelinya dengan perbandingan 1 banding 2, yang artinya membeli dengan uang asli 50 ribu rupiah mendapatkan 2 lembar uang palsu 50 ribu," ujar Wahyu. 

Ketiga pelaku ini dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena telah melanggar pasal 36 ayat (2), ayat (3) UU RI no. 7 tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 378 KHUP tentang penipuan. (Elly Said)


Seputarkuningan.com - 
Gempa bumi bermagnitudo 6,4 Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022) sore, terasa hingga di Kabupaten Kuningan.  Kondisi Lapas Kuningan pasca terjadinya gempa tersebut, tidak mengakibatkan dampak serius.  Berdasarkan data BMKG lokasi berada pada 7.49LS,107.58 BT,tepatnya 46km Barat Daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 106 Km.

Kalapas Kelas IIA Kuningan Kurnia Panji Pamekas beserta jajaran pun langsung mengecek secara detail ke seluruh bangunan dan lingkungan Lapas Kuningan dari mulai gedung hunian,gedung perkantoran,tembok keliling ,rumah dinas,pos Wasrik,fasilitas penerangan dan jalur pipa air.

 " Allhamdulillah Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Garut tidak berdampak apa-apa di Lapas Kuningan dikarenakan tidak terasa guncangan. Setelah dilakukan pengecekan sarana dan prasarana dalam keadaan baik dan situasi kondisi warga binaan dalam keadaan aman dan terkendali, tidak ada korban jiwa baik pegawai, keluarga dan warga binaan," ujar Kalapas Kelas IIA Kuningan Kurnia Panji Pamekas kepada awak media, Minggu (4/12/2022).

Panji mengintruksikan kepada seluruh jajaran untuk tetap waspada dan siaga meskipun tidak langsung terasa.

"Kami pun telah mengintruksikan khususnya kepada petugas di regu pengaman yang sedang melaksanakan tugas untuk sering melakukan kontrol keliling di seluruh lingkungan Lapas,” pungkas Panji. (Elly Said)


Seputarkuningan.com - 
Beredar video yang berdurasi 11 detik di grup Whatsapp tertangkapnya pemuda yang diduga pencuri motor dengan kondisi babak belur. Dalam video tersebut tampak, warga membawa terduga pencuri motor di sebuah mobil.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, warga yang sedang melakukan ronda di Dusun Kliwon Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana mencurigai 4 orang yang mengendarai sepeda motor karena berkeliaran pada pukul 03.30 Wib dini hari dan gerak- geriknya mencurigakan.

Ternyata, warga berhasil mengamankan dua orang pria dari empat orang tersebut. Kedua orang tersebut merupakan  warga Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu AG (25) dan AL (25). Keduanya babak belur diamuk warga.

Kejadian tersebut berawal pada Jum'at (2/12/2022) sekitar pukul 3.30 Wib pagi di Dusun Kliwon Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, warga yang sedang melakukan ronda mencurigai tingkah laku empat orang yang mengendarai dua sepeda motor. Karena mencurigakan, warga meminta keempat orang tersebut untuk berhenti. Akan tetap, satu motor langsung kabur ketika diberhentikan. Sedangkan motor yang dikemnudikan AG dan AL berhenti dihadang warga.

AG langsung diamankan oleh warga dan petugas kepolisian Polsek Jalaksana yang sedang melakukan patroli. Senmentara AL melarikan diri ke arah sawah. Warga pun mengejar AL dan tertangkap di perbatasan Sukamukti dan Pajambon. 

Kapolsek Jalaksana AKP Dani Supriyadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dani menyebut, kedua terduga pelaku pencurian motor telah diamankan dan diserahkan ke Polres Kuningan.

"Benar, kejadiannya di Desa Sukamukti. Karena sering terjadi pencurian motor, maka kami menghimbau kepada warga untuk meningkatkan pelaksanaan ronda dan kami pun berkeliling melakukan patroli. Pada saat kejadian tersebut, ada 4 orang mengendari dua motor lewat tapi gerak geriknya mencurigakan, makanya diminta berhenti," ujar Dani saat dikonfirmasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Dani, dari pelaku ditemukan kunci letter T dan 5 buah mata kunci kunci letter T sertabe alat magnet untuk membuka lubang kunci.

"Saat ini kedua orang tersebut sudah kami serahkan ke Polres Kuningan beserta barang buktinya," ujar Dani. (Elly Said)




Seputarkuningan.com - 
Bantuan kemanuasiaan terhadap korban gempa di Kabupaten Cianjur dikumpulkan jajaran Polres Kuningan. Tidak hanya mengirimkan bantuan, Polres Kuningan juga mengirimkan Tim Trauma Healing untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para korban bencana alam.

Bantuan yang dikirimkan Polres Kuningan berupa selimut  500 buah, mie instan : 237 dus, air mineral   26 dus, susu kotak  3 dus, makanan ringan 2 dus , biskuit 58 dus, minuman ringan  45 dus, beras  1.325 kg, pakaian layak pakai  1 karung , sandal  1 karung ( 50 pasang ) serta obat - obatan  dan alat kesehatan  5 dus seharga 3 juta Rupiah. 

"Bantuan ini kita salurkan untuk membantu korban gempa di Kabupaten Cianjur. Dari kami juga mengirimkan 5 anggota untuk bergabung menjadi Tim Trauma Healing di sana. Terutama pendampingan untuk anak-anak yang jadi korban bencana gempa," ujar Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda kepada awak media, Kamis (24/11/2022).

Selain memberikan pemulihan secara psikis dan menghilangkan rasa cemas, Dhany menyebut tujuan Tim Trauma Healing ini juga untuk memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya korban gempa agar dapat beraktifitas kembali.

"Semoga warga yang terdampak dapat cepat bangkit dan bisa beraktifitas kembali tanpa merasa takut dan was-was. Selain itu, mereka tidak sendiri ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang akan selalu mendapingi warga," kata Dhany. (Elly Said)









Seputarkuningan.com - 
Lapas Kelas II A Kuningan  menyita puluhan barang terlarang dari kamar hunian warga binaan, Jum'at (25/11/2022).  Hasil razia itu antara lain charger, terminal listrik rakitan, korek gas hingga kaleng bekas.

Razia berlangsung sekitar pukul 08.00 Wib. Tim yang terdiri dari regu pengamanan, Ka KPLP, Plh. Kasi Adm Kamtib, Kasi Giatja, Staf KPLP, Staf Kamtib dan Komandan juga Anggota Regu Jaga Dinas Pagi.  

’’Penggeledahan ini untuk meminimalisir adanya barang-barang terlarang di  dalam lapas  serta deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,’’ ungkap Kalapas Kelas II A Kuningan Kurnia Panji Pamekas saat dikonfirmasi.

Pemeriksaan ruang dilakukan lebih dulu dengan penggeledahan badan terhadap penghuni. Para warga binaan itu dikumpulkan di lapangan saat petugas sedang melakukan razia. Dari penggeledahan di sejumlah blok, pihaknya mengamankan puluhan barang yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban. Barang yang berhasil diamankan yaitu charger 3 buah, terminal listrik rakitan 1 buah, korek api gas 9 buah, kabel 4 buah, senjata tajam 4 buah, casing handphone 1 Buah, tambang 4 Gulung, Kabel Tembaga 1 Gulung, Sim Card 1 Buah, Kawat Pagar 1 Buah, Kaleng Bekas 1 Buah , Amplas 2 Buah dan Kerokan Janggut 4 Buah.

 ’’Nihil temuan narkoba. Untuk semua barang kami sita untuk dimusnahkan,’’ kata Panji.

Puluhan barang terlarang itu ditemukan tersimpan di kamar hunian yang berada diBlok I. Barang-barang disita lantaran berpotensi memicu keributan sehingga mengganggu keamanan lapas. Panji mengatakan,  keberadaan benda terlarang terus diminimalisir. Selain melalui razia rutin, pihaknya juga memaksimalkan pemeriksaan saat kunjungan keluarga warga binaan.

Dirinya juga meminta anggota untuk terus waspada terhadap segala kemungkinan. Mereka didorong menerapkan deteksi dini terhadap keamanan dan ketertiban.

 ’’Saya minta kepada jajaran pengamanan agar selalu waspada dan juga terapkan deteksi dini keamanan dan ketertiban supaya aman semuanya,’’ tutup Panji. (Elly Said)







Seputarkuningan.com - 
Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka penganiayaan terhadap Dwi Valentino Nugroho (15) siswa kelas 8 MTs Al Ikhlas Desa Jambar Kecamatan Nusaherang hingga meninggal dunia. 

Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M. Hafid Firmansyah mengungkapkan, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah MD (17) dan AU (17).

"Dari hasil pemeriksaan 2 orang tersebut yang memenuhi unsur telah melakukan tindak pidana sehingga statusnya kita naikkan menjadi tersangka," kata Hafid kepada awak media saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2022).

Karena yang bersangkutan masih statusnya anak, kata Hafid, maka tidak dilakukan penahanan. Akan tetapi tetap dalam pengawasan pihak kepolisian, Peksos, Bapas dan instansi terkait yang berhubungan dengan anak.

"Penetapan tersangka ini setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Ketiganya kami kembalikan kepada orang tua masing-masing dan dikenai wajib lapor," kata Hafid.

Hafid menambahkan, meskipun tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka, proses hukum tetap berlanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diduga meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oknum seniornya. Korban sendiri merupakan pelajar berusia 15 tahun bernama Dwi Valentino Nugroho.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (20/11/2022) malam. Ketika itu, korban sempat mengalami perselisihan dengan rekan sesama santri di pesantren.

Akibat perselisihan yang terjadi, rekan korban justru laporan kepada 2 orang teman sesama santri. Hingga akhirnya menimbulkan dugaan aksi kekerasan yang dilakukan 3 oknum senior kepada korban.

Korban tewas seorang pelajar kelas 8 MTs ini merupakan warga di Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede,  Bahkan, setelah kejadian tersebut, pihak pondok pesantren Al Ikhlas telah mengambil langkah tegas terhadap 3 orang santrinya yang diduga terlibat aksi kekerasan. Bahkan keputusan untuk mengeluarkan ketiga terduga pelaku kekerasan sudah dilakukan pondok pesantren.

Petugas kepolisian pun langsung  mengamankan tiga pelaku dugaan kasus kekerasan terhadap seorang santri di Kabupaten Kuningan. (Elly Said)


Seputarkuningan.com - 
Polisi amankan tiga pelaku dugaan kekerasan terhadap seorang santri Pondok Pesantren Al Ikhlas Desa Jambar Kecamatan Nusaherang. Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kuningan.

Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda didampingi Kasat Reskrim AKP M Hafid Firmansyah saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/11/2022), membenarkan, kini petugas tengah melakukan penyelidikan terhadap tiga terduga kasus tidak kekerasan.  Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing adalah MD (17), AU (17), dan MAW (17).

“Kami saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap beberapa saksi, untuk memastikan kejadian itu seperti apa. Termasuk peran masing-masing perorangan itu seperti apa,”jelas Dhany.

Kaitan dengan hasil visum sendiri, Dhany mengaku masih menunggu dari pihak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan terhadap korban. Termasuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Indramayu yang melakukan proses autopsi, agar mengetahui penyebab kematian korban.

“Sementara  sejauh ini masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan dari saksi-saksi yang ada. Sehingga kami tidak bisa menduga-duga apa yang terjadi, supaya semuanya pasti dan clear bagaimana awalnya sehingga ada korban. Karena berita di luaran itu kan simpang siur, makanya kami akan lebih memastikannya setelah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan saksi-saksi,” ujar Dhany.

Pihaknya menyebut, jumlah saksi yang telah menjalani pemeriksaan ada sebanyak 3 orang. Semua terduga pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan, sedangkan korban meninggal ada 1 orang.

”Jadi terduga pelaku ini sudah diamankan, kita juga bekerjasama dengan pihak Bapas untuk pendampingan karena masih di bawah umur. Sementara ini terduga ada 3 orang yang kita amankan, nanti menunggu hasil pemeriksaan apakah hanya 3 orang ini atau ada yang lain terlibat,” ungkap Dhany

Dhany menegaskan, kronologi kejadian masih belum dapat dipastikan karena masih proses pendalaman.

"Mungkin besok pihak sekolah maupun yayasan yang akan dimintai keterangan. Kita akan menginformasikan update terbarunya ya," tutup Dhany. (Elly Said)