Seputarkuningan.com - 
Kepolisian Resor Kuningan secara intensif terus mendalami kasus dugaan penipuan dengan kerugian mencapai sekitar Rp 3 Milyar. Hingga saat ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi korban terkait kasus investasi abal-abal. 

Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah menjelaskan, awal kasus ini bermula dari salah seorang korban yang merasa dirugikan oleh terlapor  melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Laporan ini terpaksa dilakukan lantaran hingga saat ini tidak ada kejelasan dari terlapor terkait dana pencairan investasi meski sebelumnya sudah didatangi para korban ke rumahnya.

"Modus yang ditawarkan terlapor adalah  mengajak usaha kepada korban korban yaitu usaha katering yang dijalankan oleh terlapor karena mendapatkan order hajatan. Kemudian, terlapor meminta korban menyediakan modal untuk usaha tersebut dengan menjanjikan akan memberikan keuntungan uang kepada korban yaitu selama 1 (satu) minggu sekali akan mendapatkan uang senilai Rp. 800.000," jelas Hafid kepada seputarkuningan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/1/2023).

Baca :  https://www.seputarkuningan.com/2023/01/korban-invesatsi-bodong-lapor-polisi.html

Korban pun, lanjut Hafid, tergiur dengan omongan terlapor. Korban akhirnya memberikan uang sebanyak 2 kali dengan total  sebesar Rp 35 juta kepada pelaku. Namun, setelah pelaku menerima uang tersebut dari korban, ternyata uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi  sendiri tidak di pakai untuk usaha katering.

"Terlapor ini pernah memberikan uang kepada korban sebesar Rp 1,6 juta, tapi uang tersebut ternyata milik korban juga seolah-olah uang tersebut hasil dari usaha," kata Hafid. 

Hingga saat ini, yang sudah terdata ada sebanyak 21 korban dengan modus yang sama menyerahkan uangnya kepada terlapor. Jumlah investasi yang diserahkan bervariasi dari mulai jutaan hingga ratusan juta.

"Kami telah memeriksa 5 orang saksi korban, dan hari ini pun sedang berlangsung pemeriksaan terhadap 5 orang saksi korban lainnya," ujar Hafid.

Sementara untuk pelaku AM (39) warga Desa Parung Kecamatan Darma sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan berada di sel tahanan Mapolres Kuningan.

"Kami masih terus mendalami kasus ini. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya. Hasil pemeriksaan sementara, diduga terlapor memiliki banyak hutang hingga melakukan hal tersebut," pungkas Hafid. (Elly Said)



Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours