Photo : Google photo

Seputarkuningan.com - 
Adanya dugaan penyelewengan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) yang dilakukan oleh salah seorang perangkat Desa Kalimanggis Kulon Kecamatan Kalimanggis terkuak. Hal ini terkuak ketika terjadi pergantian Lurah/Kepala Dusun Wage Desa kalimanggis Kulon. Kadus yang baru sempat mempertanyakan adanya ATM milik warga yang tidak diketahui keberadaannya.

Mengetahui hal tersebut, para pemuda setempat ,encoba menelusuri kepemilikan ATM BPNT tersebut dan ternyata benar kartu ATM tersebut milik salah seorang warga Dusun Wage atas nama Yana Suryana yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) namun disimpan di Kadus sebelumnya.

Para pemuda pun mendatangi Kepala Dusun yang lama inisial JJ yang kini diangkat menjadi Kaur di Desa Kalimanggis Kulon. Di hadapan para pemuda, JJ mengakui bahwa ATM tersebut milik salah seorang warga yang tidak pernah diberikannya selama 2 tahun. JJ mengakui bahwa bantuan tersebut selalu dicairkan oleh suaminya ke agen setempat. 

Menurut Uri, salah seorang pemuda yang turut mendatangi JJ mengatakan perdebatan para pemuda dengan JJ berlangsung hampir 1 jam lamanya sampai akhirnya JJ mengakui bahwa ATM BPNT atas nama Yana Suryana tersebut dipegang dirinya selama 2 tahun sejak tahun 2020.

"JJ (lurah lama) mengaku bahwa ATM itu dipegang dirinya selama 2 tahun ini dan suaminya lah yang bertugas mencairkan dan mengambil barang ke agen pengakuannya sih disalurkan ke warga lain lagi yang dianggap miskin. Padahal kan Juju (istri Yana Suryana) sebagai pemilik sah ATM tersebut dan juga sudah jelas termasuk warga miskin," ujar Uri kepada awak media, Minggu (8/5/2020).

Uri menegaskan, apa pun yang menjadi alasannya tindakan yang dilakukan oknum perangkat desa Kalimanggis Kulon itu tidak dapat dibenarkan. Perangkat desa seharusnya mampu mengayomi warganya bukan melakukan tindakan yang semena-mena terhadap warganya sendiri, apalagi warga yang menerima bantuan tersebut merupakan warga yang kurang mampu.

"Yang lucunya lagi, Bu Lurah sampai bilang "sugan teh moal kanyahoan", kan itu sudah jelas ada itikad tidak baik," tandas Uri.

Sementara itu, Juju Julaeha sebagai pemilik kartu ATM BPNT paska kejadian JJ didatangi para pemuda, mengaku didatangi Kepala Desa, Mantan Kadus Wage dan perangkat desa lainnya tengah malam dan diminta untuk menandatangani surat serta diberi uang pengganti sebesar 2,4 juta rupiah.

"Kira-kira jam 11 malam Pak kuwu datang ke rumah. Pak kuwu bilang ke saya untuk tidak memperpanjang masalah dan disuruh menandatangi surat yang ditulis Bu Lurah serta ngasih uang sebanyak 2,4 juta rupiah," ujar Juju.

Uang tersebut untuk penggamnti bantuan selama tahun 2021, untuk tahun 2020 akan diberikan nanti sambil menunggu data.

"Ya karena saya baru bangun tidur dan tengah malam ya nurut aja tanda tangan," kata Juju.

Saat ditanya apakah selama dua tahun sejak 2020 hingga 2021 dia bertanya ke ibu Lurah atas hak bantuannya, Juju mengaku sudah sering bertanya, namun jawabannya tidak dapat bantuan, sedangkan ATM itu dikuasai oleh ibu Lurah. 

"Ya dulu kalau tanya selalu dijawab tidak dapat," ujar Juju. (Elly Said)


Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours