Seputarkuningan.com - 
Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini menerapkan PPKM Level 1 dari sebelumnya sempat di level 2. Hal ini menyusul, usai capaian vaksinasi bagi masyarakat umum maupun lansia diatas 60 persen.

Menurut Kepala Dinkes Kuningan, dr Susi Lusiyanti  mengatakan, berdasarkan Intruksi Mendagri nomor 22 tahun 2022 bahwa Kuningan bersama 8 kabupaten dan kota lain di Jabar, kini masuk pada kategori level 1. Yakni dengan laju pertumbuhan penularan COVID-19 masuk kategori tingkat 1.

“Kasus konfirmasi mengalami penurunan signifikan sejak awal Maret 2022, sehingga saat ini kasus aktif yang masih dalam pemantauan berjumlah 24 orang tersebar di 10 kecamatan.  Tingkat kesembuhan 96 persen dan kematian 4 persen,” ujar Susi kepada awak media, Jum'at (22/4/2022).

Susi menambahkan,   cakupan vaksinasi dosis lengkap untuk masyarakat umum kini sudah  mencapai 73,79 persen. Sedangkan khusus lansia sebesar 67,82 persen, sehingga masuk kategori memadai.

“Jadi kapasitas respon kita mulai dari testing, tracing, dan treatmen (3T) masuk kategori memadai. Sebab kita terus meningkatkan kegiatan Tes, Lacak, dan Isolasi (TLI) serta percepatan program Vaksinasi COVID-19,” jelas Susi.

Adanya penerapan PPKM Level 1, kata Susi,  maka untuk penerapan PPKM di Kabupaten Kuningan khususnya sektor esensial dan non esensial diberlakukan 100 persen WFO bagi pegawai yang sudah divaksin, serta wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi pada pintu masuk dan keluar tempat kerja. Untuk kegiatan perekonomian seperti pasar, restoran, dan tempat hiburan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen.

“Tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Meski masuk kategori level 1, upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 tetap perlu ditingkatkan untuk mengantisipai lonjakan kasus pasca mudik lebaran 2022,” kata Susi.

Pihaknya berkomitmen, unutk terus meningkatkan program 3T melalui puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan. Sekaligus memperkuat kerja sama dengan lintas sektor mulai TNI, Polri hingga aparat desa maupun kecamatan.

“Kita terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi, untuk melindungi sebanyak mungkin orang dalam upaya menurunkan laju penularan, serta mengutamakan keselamatan mereka yang rentan untuk meninggal (seperti lansia, orang dengan komorbid). Mengingat kapasitas kesehatan yang terbatas dan dampak jangka panjang dari infeksi COVID-19,” ucap Susi.

Terkait jelang arus mudik lebaran, Susi juga mengingatkan, agar para pemudik tidak kendor dalam menerapakan prokes. Tetap memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan segera divaksin booster.

“Tentunya agar saat pulang kampung dan bertemu dengan keluarga tetap aman, silaturahmi dapat terjalin dengan baik,” pungkas Susi. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours