Seputarkuningan.com - 
Jalan Lingkar Timur Kuningan sepanjang 7,2 km telah difungsikan untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan jelang arus mudik tahun ini. Keberadaan jalan lingkar timur ini bisa menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan yang biasa terjadi pada saat arus mudik sekaligus dapat dijadikan jalan alternatif menuju Cirebon. 

Bupati Kuningan Acep Purnama disaksikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat Wilan Oktavian,  didampingi Staff BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat Dedy Hariadi, serta  Kadis PUTR H.Mas Ridwan Setiawan dan Kepala Bappeda Usep Sumirat dan serta undangan lainnya, Kamis (7/4/2022) mulai memfungsionalkan jalan lingkar timur tersebut dengan ditandai penyiraman air di lokasi Tugu SAJATI sekaligus meresmikan tugu SAJATI tersebut.

Menurut Bupati, setelah 2 tahun ada larangan mudik dan tahun ini pemerintah memperbolehkan untuk mudik, dapat dibayangkan jumlah masyarakat yang akan mudik ke Kuningan.

"Nah, dengan difungsionalkan Jalan Lingkar Timur ini dapat menjawab persoalan mengurai kelambatan kemacetan di jalan nasional yang sudah membentang dari utara ke selatan yang melintasi Kabupaten Kuningan. Dan juga untuk mempercepat pertumbuhan sosial ekonomi dan lainnya. Bahkan bisa menjadi kebanggaan untuk  mempercepat akses masyarakat Kuningan  masuk dan exit dari Tol Cipali. Sementara itu untuk peresmiannya masih menunggu, entah sama menteri atau siapa. Kita berharap dapat segera diresmikan,” jelas Bupati.

Di  ujung Jalan Lingkar Timur ini,  berdiri tugu yang diberi nama Tugu SAJATI. Bupati menerangkan filosoi dari Tugu SAJATI, bahwa ini menggambarkan Visi-Misi  Kabupaten Kuningan yang Maju, Makmur, Agamis, dan Pinunjul Berbasis Desa dengan mengutamakan nilai-nilai dan sifat-sifat Kesejatian. 

Sajati disini merupakan rangkaian dari tiga kata, santana, basajan, santika. Santana  adalah sesuatu sifat-sikap  kita  harus egaliter, harus merakyat, silih asah, silih asih, silih asuh. Sementara Basajan itu, kita harus memiliki sifat-sikap yang sederhana, handap asor kalau bahasa sundanya.

 “Terakhirnya santika,  kita harus memiliki sifat- sikap untuk responsif, untuk peduli mengatasi, mengantisipasi semua persoalan yang ada secara bergotong royong dengan sajati," ujar Bupati.

Bupati berharap  kepada masyarakat atau pengguna jalan, untuk dapat mempergunakan jalan ini dengan tertib berlalu lintas, santun berkendaraan. Karena jalan ini merupakan jalan yang cukup indah dipakai, dipandang, terlebih ditunjang dengan keelokan pemandangannya. Untuk ketertiban lalu lintas  jangan digunakan untuk selfie-selfie di jalan. 

"Untuk antisipasi langkah tersebut, kami telah bekerja sama sesuai petunjuk  Pak Kapolres dan Pak Dandim,  dan juga dengan  Dishub dan Satpol PP kita melakukan Patroli, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan," ujar Bupati.

Sedangkan untuk sempadan jalan, karena ini  jalan nasional, yaitu  22,5 meter dari poros jalan.

"Untuk PJU nanti juga akan dipasang di sepanjang jalan,” pungkas Bupati. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours