Seputarkuningan.com - 
Polres Kuningan berhasil mengungkap  kasus pembunuhan Sri Agustina (42) yang ditemukan tewas di kamar kos nomor 1 Gg Cikawung Dusun Kliwon Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan pada Jum'at tanggal 18 Maret 2022 lalu sekitar pukul 19.00 Wib. 

Pelaku pembunuhan tersebut merupakan seorang mahasiswa di salah satu sekolah tinggi di Kabupaten Kuningan. Pelaku berinisial FN (19) merupakan warga Desa Lebakwangi Kecamatan Lebakwangi.

Hal ini diungkapkan Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kuningan, Senin (28/3/2022).

Kapolres menjelaskan, awal terungkapnya pelaku pembunuhan ini dari postingan salah satu akun akun di FB, setelah dicocokkan ternyata imei handphone tersebut sama dengan milik handphone korban yang hilang. Dan dari hasil rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku mendatangi kamar kos korban seorang diri.

"Kemudian penyidik mendatangi pemilik akun tersebut, dari pengakuannya handphone itu dibeli dari pelaku," ujar Kapolres didampingi Wakapolres Kuningan Kompol Syamsul Bagja Bakhtiar, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah dan Kasi Humas Polres Kuningan IPTU Sukarno.

Kemudian, pelaku dimintai keterangan dan mengakui bahwa handphone tersebut milik korban. Pelaku pun, kata Kapolres, langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Kuningan untuk pemeriksaan lanjutan.

"Motif pembunuhan ini berlatar belakang ketika pelaku mengajak kencan korban dan korban menolaknya. Pelaku mengenal korban melalui aplikasi MeChat. Karena penolakan korban, maka pelaku pun menjadi gelap mata," ujar Kapolres.

Kapolres melanjutkan, pelaku kemudian  membekap mulut korban dengan kaos hitam bergaris putih milik korban yang berada di jemuran dalam kamar korban hingga korban lemas tak berdaya. Selain itu, pelaku pun sempat membenturkan kepala korban ke lantai  sehingga menyebabkan patah pada leher.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku merekayasa kematian korban dengan menulis di secarik kertas tulisan "GW CAPE HIDUP" dan meletakkan sebotol cairan pembasmi hama dengan merk decis di tangan korban.

Akibat perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 365 ayat (3)  KUHP, pasal 338 KUHP, dan atau pasal 351  ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours