Seputarkuningan.com - 
Dua orang warga merugi hingga puluhan juta setelah menjadi korban pembobolan rekening dengan modus ganjal ATM. 

Modus itu terkuak saat 3 orang pelaku pengganjal ATM ini berhasil diringkus Satreskrim Polres Kuningan saat berada di sekitar gerai ATM Rest Area Cirendang pada Minggu tanggal 27 Februari 2022 sekira pukul 18.00 Wib. Setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan banyak ATM berbagai jenis.

"Setelah ditanya, ketiga pelaku ini mengakui bahwa mereka telah melakukan pencurian dengan modus ganjal ATM," kata Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda didampingi Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah saat menggelar jumpa pers di Mapolres Kuningan, Rabu (9/3/2022).

Mulanya, papar Kapolres, korban akan melakukan transaksi di salah satu mesin ATM di depan Kampus UNIKU Kuningan.  Ternyata, mesin ATM tersebut telah diganjal dengan menggunakan plastik mika yang telah dipotong kecil untuk mengganjal kartu ATM agar tidak bisa keluar. Usai mengganjal ATM, pelaku mengawasi sekitar lokasi sambil menunggu warga yang ingin menggunakan ATM. Saat itu, ATM milik korban tertelan kemudian oleh pelaku diarahkan untuk menelpon nomor call center palsu yang telah dipasang pelaku sebelumnya. 

"Karena kebingungan, korban pun menelpon nomor call center palsu tersebut dan diminta untuk memberitahukan nomor PINnya. Setelah korban keluar, pelaku pun mengambil ATM milik korban dan melakukan penarikan uang di gerai ATM lainnya sehingga mereka berhasil menguras uang korban sebesar Rp 50 juta rupiah,” papar Kapolres.

Hal yang sama terjadi pada korban lainnya dengan tempat gerai ATM di BRI Pom Bensin Haurduni dan korban mengalami kerugian sekitar Rp 2.850.000.

"Kedua korban tersebut kemuadian melaporkannya kepada kami dan Alhamdulillah ketiga pelaku dapat kami tangkap sementara 2 pelaku lainnya masih dalam pencarian," ujar Kapolres.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah MP (37), YD (35), AW (43), dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian adalah  OL (35) dan AB (35). Kelima pelaku tersebut merupakan warga Sumatera Selatan. 

Barang bukti yang berhasil diamankan 1 (satu) Unit mobil merk Avanza warna abu abu metalik nopol : B-1085-TOA Noka : MHFM1BB3JBK012436 Nosin : DH55288 beserta STNK an SYAHRUL AGUSTIAWAN, 1 (satu) unit sepeda motor merk Beat warna biru putih tahun 2013 Nopol : E-4955-IL, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Vario tahun 2012 Nopol : E-2807-ZN , 14 (empat belas) buah Kartu ATM Bank BJB , 10 (sepuluh) buah kartu ATM Bank BRI , 4 (empat) buah kartu ATM Bank BNI ,3 (tiga) buah potongan kecil plastik mika,  2 (dua) buah kartu layanan ATM 24 jam bank Mandiri palsu, 2 (dua) buah kartu layanan ATM 24 jam bank BJb palsu,  2 (dua) buah kartu layanan ATM 24 jam bank BNI palsu,  2 (dua) buah kartu layanan Link 24 jam palsu,  2 (dua) buah obeng , 3 (tiga) buah lem Korea,  uang tunai Rp. 4.250.000,- (empat juta dua ratus lima puluh ribu rupiah),  1 (satu) buah cater kecil,  1 (satu) buah potongan gergaji besi , 2 (dua) unit handphone merk Samsung , 2 (dua) unit handphone merk Nokia, 1 (satu) buah stiker BJB Call 14049 dan  1 (satu) buah jam tangan merk Alexander Christie 9.

Para pelaku ini telah melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours