Poto : Mulyana, adik korban

Seputarkuningan.com - 
S
udah hampr sepekan, Sri Agustina (42), asal Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan yang ditemukan meninggal di kos-kosannya di Cijoho pada Jum'at (18/3/2022) malam.

Adik korban, Mulyana (40), menyebut kematian kakaknya itu tidak wajar. Melihat dari hasil olah TKP, Mulyana merasa yakin kalau kakaknya menjadi korban pembunuhan. 

"Kalau menurut saya, kakak saya bukan meninggal karena bunuh diri. Tapi korban pembunuhan. Kakak saya itu orangnya ceria, walaupun pendiam. Tidak banyak tingkah dan penuh semanagat. Makanya, kami dari pihak keluarga tidak percaya kalau kakak saya bunuh diri," ungkap adik korban, Mulyana, usai pemakaman korban, Rabu (23/3/2022).

(Baca : https://www.seputarkuningan.com/2022/03/isak-tangis-iringi-pemakaman-wanita.html)

Mulyana menjelaskan, banyak kejanggalan pada saat kakaknya meninggal. Posisi kunci yang berada di luar, kemudian handphone yang hilang, dan adanya secarik kertas yang bertuliskan "GUA SUDAH BOSAN HIDUP". Menurut Mulyana, setelah dilihat tulisan tersebut dan disamakan dengan tulisan kakaknya, jelas sekali tulisan tersebut bukan tulisan kakaknya.

"Saya sama sekali tidak percaya kalau kakak saya bunuh diri. Dia itu orangnya ceria, masih ingin hidup lama tapi hidupnya direnggut dengan cara paksa. Saya sudah dikasih tahu juga dari pihak Polres, kemarin sudah bikin laporan kalau kakak saya ini diduga korban pembunuhan," ujar Mulyana.

Ketika ditanya bahwa perhiasan korban hilang, Mulyana menjelaskan bahwa perhiasan korban tidak hilang, yang hilang itu hanya handphone saja. Mulyana menambahkan, bahwa kakaknya tersebut sering menghabiskan waktunya di rumah mendiang orang tuanya di Karangasem Kelurahan Lame Payung Kecamatan Kuningan.

"Saya berharap kepada pihak polisi agar cepat dapat mengungkap kasus ini dan pelakunya tertangkap. Saya hanya ingin tahu apa alasan pelaku melakukan itu terhadap kakak saya. Sekarang kakak saya sudah dikuburkan dan mudah-mudahan dengan ditangkapnya pelaku dan dihukum seberat-beratnya, kakak saya bisa tenang di sana dan kami keluarga pun bisa tenang juga," ujar Mulyana.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dai RS BHayangkara. Sekitar 12 orang saksi yang telah dilakukan pemanggilan dan dimintai keterangannya.

"Titik terang ke arah pelaku sudah ada. Insya Allah kami optimis dapat mengaungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya. Tinggal menunggu hasil otopsi saja dalam beberapa hari ke depan," ujar Kasat. (Elly Said)



Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours