Seputarkuningan.com - 
Kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng ternyata tidak dibarengi dengan ketersediaan stok minyak goreng. Hampir satu pekan minyak goreng menghilang di pasar tradisional. Hal ini diungkapkan sejumlah pedagang di Pasar Baru Kuningan.

Jika pun ada, harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terbilang masih cukup tinggi. Sebab minyak goreng masih dijual dengan harga Rp 20 ribu setiap liternya.

Selain mahal,kini  keberadaan minyak goreng juga masih cukup sulit ditemukan di pasar tradisional. Hal ini diakui salah seorang penjual di Pasar Baru Kuningan, Tia (55).

“Sudah satu minggu ini tidak ada stok minyak goreng, baik kemasan maupun yang curah. Tidak ada sama sekali, mahal juga biarin karena dibeli sama masyarakat. Lihat saja sudah pada ngantri tuh, yang penting ada kasian masyarakat, jangan membuat susah usaha masyarakat,” tandas Tia kepada seputarkuningan.com, Selasa (8/2/2022).

Tia menyebut, alasan dari distributor sendiri memang karena minyak tidak ada. Harganya mahal jadi tidak dijual. Tia mengaku terakhir menjual minyak goreng satu minggu yang lalu dengan harga 18 ribu rupiah untuk minyak goreng curah.

Sementara itu, Tim Satgas Pangan Kabupaten Kuningan melakukan sidak lapangan di pasar tradisional hingga pasar swalayan.Hasilnya, keberadaan minyak goreng terbilang langka karena tidak ada pasokan dari Cirebon.

“Kami akan selalu cek setiap distributor maupun agen minyak goreng di Kabupaten Kuningan. Ada beberapa yang sudah kita cek, memang barang dari Cirebon ini yang sedang tidak ada dan susah,” kata  Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP M Hafid Firmansyah selaku Kasatgas Pangan.

Dia menyebut, sebagian besar di Kuningan merupakan agen atau sub distributor minyak goreng. Namun khusus di pasar swalayan, memang minyak goreng masih bisa ditemui.

“Tadi kita lakukan pengecekan, untuk 3 sampai 4 hari kedepan masih ada stok di pasar swalayan. Hanya di pasar tradisional ini yang sedikit terkendala, sehingga kita akan terus cek agen dan sub distributor jangan sampai ada penimbunan,” tegas Hafid.

Hafid menekankan, tidak boleh ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan terhadap minyak goreng. Jika terbukti menimbun minyak goreng, maka akan diberi sanksi tegas oleh petugas.

“Saat ini kebanyakan memang kosong di pedagang pasar tradisional. Sekalipun ada stok minyak goreng, jumlahnya itu terbatas,” pungkas Hafid. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours