Seputarkuningan.com - 
Puluhan warga di Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan rela natri untuk mendapatkan minyak goreng. Hanya dalam hitungan menit, minyak goreng yang dijual seharga Rp 14.000 ludes diserbu warga. Antrian tersebut terjadi di salah satu toko modern yang ada di Kecamatan Luragung. Hampir sepekan ini warga kelimpungan mendapatkan minyak goreng, bahkan di sejumlah pasar tradisional pun minyak menghilang dari edaran, baik curah maupun kemasan. 

Salah seorang warga bahkan mengaku rela antri dari pagi untuk mendapatkan minyak goreng. Tidak hanya ibu-ibu yang antri berburu minyak goreng, bapak-bapak pun turut antri demi mendapatkan minyak goreng.

Ewo (60) salah seorang warga Desa Cirahayu Kecamatan Luragung harus ikut mengantri untuk mendaptkan minyak goreng.

"Kakara urang milu antri kieu. Biasana milu antri di pom bensin (Baru saya ikut antri seperti ini. biasanya antri di pom bensin-Red)," ujar Ewo saat mengantri minyak kepada seputarkuningan.com, Jum'at (11/2/2022).

Ewo mengaku datang ke toko tersebut pukul 7.30 Wib. Itu pun hanya mendapatkan satu kemasan botol isi 2 liter saja. Menurut Ewo, pihak toko membatasi pembelian hanya untuk 1 botol saja.

Sementara, warga lainnya Imas (33) mengaku kecewa karena tidak kebagian minyak goreng.

"Saya datang jam 9 an tapi katanya sudah habis dari pagi. Di rumah sudah tidak punya minyak, beberapa hari ini sulit mendapatkannya. Sudah nyari ke toko-toko lainnya juga ke pasar tapi pada kosong," ujar Imas.

Sebelumnya Ka Satgas Pangan Kabupaten Kuningan  AKP M. Hafid Firmansyah mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan sidak ke lapangan terkait kelangkaan minyak goreng.

Dari hasil penelusuran tersebut, pihaknya memastikan penyebab kelangkaan minyak goreng bukan karena adanya penimbunan tapi karena keterlambatan proses distribusi.

"Beberapa agen juga sudah kami cek dan tidak ada penimbunan," ujar Hafid.

Kalau sampau ditemukan adanya penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Jika ditemukan penimbunan minyak goreng, maka pelanggar akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkas Hafid. (Elly Said)


Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours