Deri Akbar, Pelaku Seni



Sampurasun, 

Sudah sejak kurang lebih dua tahun suara tentang dugaan penggelapan Aset Gedung Kesenian di Kabupaten Kuningan terdengar. 

Ini bermula ketika munculnya berita di media online yang menyebutkan bahwa Aset Gedung Kesenian Raib, pas di cek ke lokasi ternyata benar tidak ada satupun alat yang tersisa. Hasil penelusuran dari fihak yg berwenang yaitu pengelola gedung kesenian, tapi nihil karena seolah tutup mulut saat itu dan tak mau memberikan keterangan. Tak selesai disitu lalu penelusuran berlanjut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menanyakan terkait hal ini. Jawaban dari dinas terkait adalah sedang ditelusuri karena memang hampir semua pejabat nya baru menduduki jabatan. 

Akhirnya kabar ini sampai juga ke Bupati Kuningan dan merespon dengan memerintah kepada BPKAD / bagian aset daerah untuk menelusuri hal ini. Dan ternyata hasil penelusuran dari Bagian Aset Daerah pun menyampaikan bahwa benar disana itu kosong dan aset tidak ada. Beberapa upaya sudah dilakukan terutama oleh Dinas Pendidikan, termasuk melayangkan surat permohonan pengembalian aset kepada beberapa orang yang diduga memindahkan aset dari gedung kesenian. Tapi lagi lagi hasilnya nihil dengan alasan tidak adanya pencatatan pinjam meminjam barang. 

Perkembangan berikutnya Kejaksaan Negeri Kuningan turun kelapangan, ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan ke lokasi Gedung Kesenian. Hasil dari lapangan memang aset itu tidak ada ditempat. 

Akhirnya pemeriksaan pun dimulai,

Dipanggilnya beberapa pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga Dinas Pariwisata. 

Inspektorat Kabupaten Kuningan pun sama kabarnya memeriksa dan memanggil beberapa pejabat terkait. 

Dalam perkembangannya terlihat sepertinya sangat sulit untuk di tindak, kurang lebih dua tahun masih belum jelas prosesnya. Padahal konon katanya sudah ada taksiran kerugian negara dengan nominal kurang lebih 100 juta.

Kabar terakhir proses di Kejaksaan Negeri Kuningan sudah masuk ke tahap PENYIDIKAN, 

Yang jadi pertanyaan, ketika benar kerugian negara sudah dihitung dan terbukti, apakah tidak ada hukuman secara administrasi maupun yg lain nya?

Apakah proses seperti ini tidak bisa dilanjutkan???

Semoga dengan kemarin datangnya Jaksa Agung ke Kuningan menambah energi dan semangat para pemangku kebijakan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kuningan untuk menuntaskan permasalahan ini. 

Dan semoga ditahan ke dua ini, semua proses hukum bisa berjalan sebagai mana mestinya. 

Dan kami para pelaku seni di kabupaten Kuningan kembali percaya kepada aparat penegak hukum. 

Jangan pernah main main sama budaya !!!

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours