Seputarkuningan.com - 
Demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) di Depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Kamis (16/12/2021) berlangsung ricuh. Bermula saat terjadinya aksi bakar keranda mayat. Bahkan sempat terjadi bentrok fisik antara petugas dan beberapa mahasiswa. Massa aksi dan petugas keamanan terlibat saling dorong.

Pantauan seputarkuningan.com di lokasi, tampak pendemo  merangsek masuk membubarkan barikade aparat keamanan di depan gerbang DPRD. Sempat dicegah, tetapi amukan massa tak terbendung. Bahkan, terjadi bentrok fisik antara petugas dan beberapa mahasiswa. Malah, terjadi saling tuding antara petugas dan mahasiswa yang mengaku dipukul oleh petugas.

Ricuh berhasil diredam, setelah Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy turun ke lokasi, lalu mempersilahkan massa untuk masuk, beraudiensi di gedung DPRD.

“Meningkatnya beban anggaran daerah demi menunjang kesejahteraan anggota DPRD, tidak dapat ditolerir begitu saja,” teriak Ketua IMM Kuningan, Younggy Septhandika, didampingi Sekretaris Achmad Irsyad Imanudin. 

IMM Kuningan pun tergerak untuk menyuarakan sebuah keadilan yang harus dijunjung demi kepentingan masyarakat Kuningan. Tidak bisa serta merta Peraturan Pemerintah (PP) No 18 tahun 20217 tentang Hak Keuangan dan Hak Administratif pimpinan dan anggota DPRD menjadi acuan tunggal atas kenaikan tunjangan tersebut.

“Perlu juga dong, mempertimbangkan aspek lain dalam pengambilan kebijakan tersebut. Karena tidak menjadi sebuah jaminan, akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja anggota dan pimpinan DPRD secara signifikan dan nyata kepada masyarakat,” tandas Younggy. 

Aksi dari IMM Kuningan ini mempertanyakan kenaikan tunjangan yang dianggap menyakiti masyarakat Kuningan disaat ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19, selain itu juga mempertanyakan para anggota dewan yang sudah menyatakan mengundurkan diri akan tetapi masih ada di DPRD Kuningan. 

Tampak massa aksi membawa sejumlah poster dan keranda mayat dengan poto Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy. (Elly Said)

Share To:

Iin Suheli

Post A Comment:

0 comments so far,add yours