SURVEI KEBUMIAN HANYA UNTUK TELITI BAWAH PERMUKAAN BUMI


Seputarkuningan.com - 
Pemerintah pusat  mulai melakukan survei kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa. Kegiatan ini dilakukan untuk mencitrakan struktur bawah permukaan bumi. Nantinya, data hasil penelitian struktur ini dapat digunakan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk berbagai kepentingan.

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Kuningan beberapa hari ini, kedatangan Mobil Vibroseis sempat membuat warga yang terlintasi resah. Rumor yang beredar bahwa kedatangan mobil vibroseis tersebut berhubungan dengan gheothermal atau panas bumi yang sempat mendapata penolakan dari warga Kabupaten Kuningan.

Tim Penelitian yang diwakili oleh Erwan Cahya Dewa, Reza Patoni dan Akias Saepudin memberikan penjelas kepada awak media tentang kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Kuningan.

"Kami perlu luruskan tentang kegiatan yang dilakukan oleh kami di sini. Penelitian ini tidak ada hubungannya dengan pengeboran Gheothermal. Kegiatan ini bertujuan mendapatkan gambaran, citra maupun poto lapisan struktur bawah permukaan. Dan kami hanya melintas saja di jalan raya," ujar salah seorang humas Tim Penelitian Erwan Cahya Dewa, Kamis (4/11/2021).

Secara teknis, papar Erwan, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran, citra dan foto lapisan bawah permukaan terutama pada area di bawah lapisan batuan vulkanik di sepanjang wilayah yang dilewati yaitu di area Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Jawa Barat, kegiatan penelitian ini meliputi wilayah Kabupaten Ciamis, Majalengka, Kuningan dan Cirebon.

"Dalam satu hari kegiatan ini dapat melewati 5 sampai 6 desa. Untuk di Kabupaten Kuningan ada sekitar 12 kecamatan dan 44 desa yang terlintasi,"kata Erwan.

Lebih lanjut Erwan menjelaskan, seperti halnya USG yang dilakukan pada ibu hamil, penelitian kebumian ini juga merupakan salah satu metode untuk mendapatkan gambaran, foto, citra bawah permukaan bumi dengan menggunakan mobil Vibroseis dan penerima gelombang. Mobil Vibroseis digunakan sebagai sumber gelombang yang diteruskan ke bawah permukaan bumi sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan.

"Kegiatan penelitian ini termasuk ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kerusakan pada lapisan tanah maupun jalan yang dilintasi," kata Erwan.

Erwan menambahkan, sebelum melakukan kegiatan pun pihaknya sudah melakukan sosialisai Para Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan sudah mengantongi ijin dari pihak pemerintah daerah.

"Beberapa kerusakan yang ditimbulkan dengan adanya kegiatan penelitian ini pun sudah kami perbaiki," imbuh Erwan.

Erwan berharap, hasil kegiatan ini dapat menambah data dan informasi kebumian di Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya dan dirasakan manfaatnya.

"Kami pun mengharapkan bantuan dan dukungan dari setiap pemangku kepentingan yang ada agar penelitian ini dapat berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan," pungkas Erwan. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.