NAPI LAPAS TERLIBAT NARKOBA, KALAPAS KUNINGAN BERI PENJELASAN


Seputarkuningan.com - 
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu mengaku merasa "tertampar" dengan adanya pemberitaan di beberapa media online terkait terungkapnya penangkapan kurir ganja seberat 2 kg yang diduga dipesan oleh salah seorang napi di Lapas Kuningan.

Kalapas menegaskan, pihaknya selama ini telah berusaha keras dalam mengantisipasi terjadinya peredaran gelap narkotika di dalam Lapas. Kalapas pun mengapresiasi keberhasilan Satres Narkoba Polres Kuningan yang dapat mengungkap kasus tersebut.

"Alhamdulillah, Satres Narkoba bisa menggagalkan masuknya ganja seberat 2 kg ke dalam lapas. Walaupun adanya berita tersebut merupakan "tamparan" keras bagi kami," ujar Kalapas Kuningan Gumilar Budirahayu saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya Lapas Kuningan, Rabu (13/10/2021).

Kalapas juga menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan langkah-langkah progresif yakni penandatanganan integritas. Termasuk komitmen bebas Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba) bagi seluruh jajaran dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas yang berlokasi di Kuningan, Jawa Barat tersebut. Selain itu, Kalapas juga mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya juga melakukan razia rutin terhadap Handphone, narkoba dan barang terlarang lainnya.

"Termasuk intruksi pimpinan untuk  WBP yang tergolong hight risk dan bandar narkoba di pindahkan ke Nusakambangan. Juga melakukan perpindahan Warga Binaan diseputaran wilayah III Cirebon. Serta meningkatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian," jelas Kalapas.

Lebih jauh, Kalapas menambahkan bahwa pihaknya juga selama ini telah menjalin sinergitas yang baik dengan aparat penegak hukum lainya. Menurut Gumilar, pihaknya telah beberapa kali membantu kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan khususnya narkoba yang melibatkan WBP di Lapas yang dia pimpin.

( Baca : https://www.seputarkuningan.com/2021/10/dikendalikan-napi-lapas-kuningan-polisi.html )

“Sebelum kasus ini naik di media online, kami telah melakukan koordinasi dengan kepolisian pada hari Kamis, 30 September 2021 guna mengungkap kasus tersebut. Kami memfasilitasi keperluan penyidikan tersebut seperti memanggil Warga Binaan tersebut dan melakukan razia di kamar Warga Binaan tersebut untuk mencari bukti-bukti yang diperlukan. Kemudian kami menyerahkan barang bukti berupa 1 (satu) unit Handphone kepada kepolisian,” ujar Kalapas.

Bahkan, kata Kalapas, pihaknya akan membuka akses seluas-luasnya untuk membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. 

"Kami benar-benar serius dan menyatakan perang terhadap keberadaan narkoba, dan HP ilegal,” imbuh Kalapas.

Kalapas kembali kembali menegaskan, untuk warga binaannya yang nyata-nyata terbukti secara sah melakukan kesalahan akan dicatat dalam register F. Register F merupakan catatan “pelanggaran disiplin” yang bisa berdampak pada penundaan atau pembatalan hak-hak integrasi WBP. Termasuk untuk terus dilakukan atau berproses hukum atas kesalahannya dan keterlibatan pelanggaran hukum yang dilakukannya.

“Karena kami benar-benar serius melakukan tugas-tugas pembinaan agar WBP menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana, Sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab,” pungkas Gumilar. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.