WADUH!!! BANTUAN SAPI SENILAI 1,4 M RAIB TAK JELAS


Seputarkuningan.com - 
Bantuan ternak sapi kepada 9 kelompok tani di Kuningan yang berasal dari pokok pikiran (pokir) salah seorang anggota dewan melaui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2020 dipertanyakan. Program bantuan ternak sapi yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan kelompok tani tersebut yang telah disalurkan kini tidak jelas keberadaannya.

Anggaran pengadaan sapi tersebut mencapai angka  Rp 1,4 M. Dari data yang berhasil dihimpum seputarkuningan.com, ada 9 penerima bantuan sapi tersebut dengan nominal yang berbeda, yaitu :

1. Pengembangan budidaya sapi potong Desa Trijaya Kecamatan Mandirancan sebesar Rp 200.000.000

2. Pengembangan budidaya sapi potong Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan sebesar Rp 200.000.000

3. Pengembangan budidaya sapi potong Desa Pancalang Kecamatan Pancalang sebesar Rp 200.000.000

4. Pengembangan budidaya sapi Desa Linggasana Kecamatan Cilimus sebesar Rp 200.000.000

5. Pengembangan budidaya sapi Desa Sangkanmulya Kecamatan Cigandamekar sebesar Rp 200.000.000

6. Pengadaan sapi potong kelompok tani sejahtera 2 Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus sebesar Rp 100.000.000

7. Penggemukan sapi potong kelompok tani satria maju Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus sebesar Rp 100.000.000

8. Penggemukan sapi Desa Dukuh Dalem Kecamatan Japara sebesar Rp 100.000.000

9. Penggemukan sapi potong kelompok tani Desa Singkup Kecamatan Japara sebesar Rp 100.000.000

Ketua GIBAS  Kuningan Manaf Suharnaf menyayangkan dengan raibnya sapi-sapi bantuan tersebut. Manaf mengatakan, sebagai masyarakat tentunya hal tersebut harus segera diusut kemana hilangnya sapi-sapi bantuan.

"Kami berharap, agar kasus hilangnya sapi bantuan ini dapat diproses secara hukum dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat," ujar Manaf , Senin (14/9/2021).

Apalagi, lanjut manaf, adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum anggota dewan dalam pengadaan sapi bantuan ini sangat disesalkan. 

Kegiatan tersebut, bersumber APBD 2020 itu diantaranya pengadaan sapi potong untuk masing - masing kelompok yang dibentuk berdasarkan konstituen daripada daerah pilihan alias Dapil. 

"Persoalan raibnya bantuan sapi ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak aparat penegak hukum dan disusut tuntas,"ujar Manaf. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.