HEBOH ! CHAT KETUA DPRD GAGALKAN KUNJUNGAN JOKOWI KE HUSNUL KHOTIMAH


Seputarkuningan.com - 
Media sosial dan whatsapp grup heboh dengan beredarnya screenshot percakapan dari Ketua DPRD Kuningan Nuzul Racdhy. Screenshot tersebut  berisi "atas perjuangan kita akhirnya Kunjungan Presiden Jokowi BATAL berkunjung ke Pondok Pesantren HUSNUL KHOTIMAH, dan kunjungannya dialihkan ke Pondok Pesantren MIFTAHUL JANAH Ciloa yang bermazhab sama dengan kita AHLI SUNAH WALJAMAH.takbir. alhamdulillah secara diam-diam dua hari ini saya berkomunikasi terus dengan stafnya  Gus Yaqut (kementrian Agama)"

Hal tersebut sangat disayangkan oleh salah seorang aktivis Kabupaten Kuningan, Atang. Warga Kelurahan Cipari ini, bahkan sempat mendatangi langsung Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy di kantornya.

"Tadi sekitar pukul 11.00 Wib, usai rapat paripurna saya mendatangi kantor Ketua DPRD untuk mempertanyakan chat tersebut. Terus terang saja, saya sebagai masyarakat tersinggung. Kedatangan saya ke gedung DPRD adalah untuk mengklarifikasi hasil tangkap layar WhatsApp ketua DPRD Kuningan yang intinya menyatakan dirinya lah yang telah berhasil menggagalkan kunjungan Jokowi ke salah satu ponpes dan mengalihkan ke ponpes lain yang bermazhab ahlusunah wal jammaah, terkesan bahwa pesantren yang digagalkan tersebut bukan bermazhab Ahlu Sunnah, klo ternyata tidak benar itu jangan sampai mengarah ke fitnah," tandas Atang kepada seputarkuningan.com, Jum'at (3/09/2021.

Menurut Attang, kedatangannya  bukan untuk mencari ribut. Logika sederhana saja, gedung dewan itu kan rumah rakyat, jadi  sebagai rakyat yang notebene adalah tuan rumah sangat tidak masuk akal membuat keributan dirumah sendiri. 

"Sempat terjadi adu mulut sih sama ketua dprd yang berujung saya diusir dari ruangannya oleh petugas keamanan di sana," ujar Atang.

Namun, kata Atang, terkait petugas keamanan yang mengusir dirinya itu dianggap sebagai ketidaktahuan semata, yang bersangkutan hanya menjalankan tugas atas perintah ketua dewan, dan mungkin lupa bahwa yang menggajinya termasuk gaji ketua dewan dan anggota adalah rakyat.

Atang menegaskan, kenapa hal tersebut harus diklarifikasi? Karena ini sudah menyebar dan sangat mengancam kondusifitas di Kuningan yang sangat sensitif dengan masalah sara. Jadi kedatangan dirinya secara baik-baik adalah untuk mengklarifikasi karena dalam pernyataan tersebut ada beberapa poin yang selain menyudutkan salah satu lembaga Islam yang entah ada masalah apa karena ini bukan kali pertama, sebelumnya juga sudah membuat pernyataan ke lembaga tersebut yang membuat umat Islam Kuningan geram, kali ini juga terkesan ada unsur ujaran kebencian.

Selain itu, dikhawatirkan dengan pernyataan tersebut akan menimbulkan adu domba antar lembaga muslim khususnya dan umat muslim umumnya. Terlebih pernyataan tersebut sudah menyinggung kepada arah aqidah, ini berbahaya.

Sementara itu pihak Pondok Pesantren Husnul Khotimah Ustadz Sanwani saat dimintai tanggapannya belum memberikan keterangan lebih lanjut. Menurut Ustad Sanwani, pihaknya belum menentukan harus bersikap seperti apa.

"Ini adalah persoalan lembaga, kami punya pembina yang berhak menjawab dan bersikap," ujar Ustad Sanwani melalui pesan singkatnya. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.