DEIS BANTAH BANTUAN SAPI POKIRNYA BERMASALAH


Seputarkuningan.com - 
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan H. Dede Ismail membantah kabar yang mengatakannya bahwa bantuan sapi yang berasal dari pokirnya bermasalah. Deis sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa bantuan sapi tersebut sudah melalui prosedur yang telah ditentukan.

"Saya sengaja mengundang teman-teman media untuk menyampaikan klarifikasi terkait bantuan sapi agar persoalan ini tidak menjadi bola liar. Padahal tidak hanya saya yang mempunyai pokir pengadaan sapi tersebut. Hanya saja, di beberapa media ada tertulis nama saya, maka saya perlu melakukan klarifikasi" ujar Deis kepada awak media, Kamis (16/9/2021).

Deis menjelaskan, proses pokok pikiran dewan ini tidak instan karena satu tahun sebelumnya melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) online, nanti dewan melalui hasil reses kemudian ditulis dan diparipurnakan. 

"Nah salah satunya adalah nomenklatur penggemukan sapi potong. Kelompok tani ini dibentuk atas usulan yang kemudian di SK kan oleh kepala desa setempat. Lalu diajukan ke dinas terkait dan pihak dinas pun melakukan verifikasi. Jadi, kalau ada yang bilang sapi bodong itu tidak benar," tandas Deis.

Kelompok ini pun sudah melalui verifikasi dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, bahkan pihak dinas langsung ke lokasi untuk mengecek apakah kelompok ini fiktif atau tidak, dilihat juga kriteria kandangnya sudah memenuhi syarat atau belum. Ketika sudah dianggap memenuhi persyaratan maka ditindak lanjuti.

"Uang pun yang mengeluarkan pihak dinas hingga sapi tersebut diserahkan di kelompok itu sudah menjadi urusannya dinas bukan dewan," ujar Deis.

Deis pun menyampaikan, program bantuan sapi ini adalah penggemukan sapi potong jadi sapi tersebut bisa untuk dijual asalkan uang tersebut dibelikan kembali sapi.

"Hal tersebut saya juga sampaikan kepada kelompok tani. Mereka pun butuh keuntungan karena selama ini mereka mengurus sapi  seperti membeli konsentrat, ngarit rumput, cek kesehatan dan lain-lainnya. Keuntungan mereka diperoleh dari selisih penjualan sapi," kata Deis.

Di akhir Deis menyampaikan, dirinya menyampaikan kepada Komisi II untuk mengundang Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan untuk membahas permasalahan ini bahkan mempersilahkan untuk melakukan pengecekan ke kelompok penerima bantuan.

Ditanya terkait adanya pemanggilan oleh pihak kepolisian, Deis pun membantah kabar tersebut. Deis mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima pemanggilan atau pemeriksaan oleh pihak kepolisan. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.