WARTAWAN DILARANG MELIPUT KUNJUNGAN JOKOWI DI KUNINGAN, INI KATA KETUA PWI

Sumber Photo : Google

Seputarkuningan.com -
Presiden Joko Widodo, diagendakan akan mengunjungi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan pada Selasa (31/8/2021) esok. Ada yang berbeda dari kunjungan Jokowi kali ini, pasalnya kunjungan kali, wartawan lokal dilarang melakukan peliputan.

Hal ini disesalkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan Nunung Khazanah. Menurut Nunung, adanya larangan peliputan ini dianggap mengekang kebebasan pers.

"Dalam Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers pasal 4 dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara," ujar Nunung kepada awak media, Senin (30/8/2021).

 Juga disebutkan terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Serta dalam undang-undang itu pun disebutkan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

"Sudah dua kali presiden, yakni Presiden Megawati Soekarnoputri dan SBY berkunjung ke Kuningan. Saat itu, wartawan daerah tidak dilarang meliput. Memang peliputan orang nomor satu di Indonesia itu harus menempuh prosedural, seperti memperlihatkan surat tugas peliputan/kartu media tempat ia bekerja, dan dengan aturan jarak serta aturan lainnya, rasanya wartawan daerah pasti mengikuti prosedural tersebut," tandas Nunung.

Nunung mempertanyakan, jika dikaitkan dengan Pandemi, kunjungan kerja ini diantara agendanya meninjau vaksin yang melibatkan sekitar ribuan warga. Apakah itu sudah melanggar prokes dan melanggar aturan tidak boleh berkerumun?

"Saya rasa ketika ada alasan karena masih Pandemi, tidak masuk akal. Berkunjung ke pemukiman warga, meninjau vaksin dan masuk ke pendopo sudah dipastikan berkerumun," ujar Nunung.

Jadi diharapkan kebebasan pers untuk bisa meliput apa adanya kegiatan yang sedang berlangsung tidak dilarang, karena hak itu dijamin undang-undang.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Biropres Kepresidenan dan dinyatakan bahwa tidak ada peliputan baik dari media cetak maupun elektronik. Peliputan hanya dari juru foto dan juru kamera istana saja.

"Peliputan semua oleh Tim Kepresidenan, hasil rilis nanti akan dishare setelah acara selesai," kata Wahyu. (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.