USAI TOKO EMAS, GILIRAN KEDAI RAMEN DAN PABRIK BONEKA KENA DENDA RP 5 JUTA


Seputarkuningan.com - 
Pemilik toko, usaha dan rumah makan diminta untuk mematuhi penerapan protokol kesehatan  ditempat usahanya masing-masing. Jika tidak, maka siap-siap akan dijatuhi sanksi dengan ketentuan yang berlaku.

Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja saat memimpin langsung operasi yustisi PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021).

“Hari ini ada 4 pelanggar, 2 pelanggar non yustisi dengan sanksi langsung dan 2 lainnya pelanggaran yustisi melalui sidang tipiring di tempat," kata Danu.

2 pelanggar yustisi yaitu Rumah Makan Ramen Saga dan CV Yamina Indah Lestari di Jalaksana dengan sanski masing-masing membayar denda sebesar 5 juta rupiah. RM Ramen Saga, kata Kasat, telah melanggar prokes berupa tidak menyediakan alat pengukur suhu dan masih menerima konsumen makan di tempat, sedangkan untuk CV Yasmina Indah Lestari telah melanggar prokes berupa tidak menerapkan jaga jarak dan tidak menerapkan WFH bagi karyawannya.

"Keduanya telah melanggar Perda Provinsi No. 5 tahun 2021 tentang perubahan Perda no. 13 tahun 2018 tentang penyelanggaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat pasal 211 ayat (2) huruf E jo Pasal 34 ayat (1)," ungkap Kasat.

Untuk pelanggar non yustisi keduanya diberikan sanksi masing-masing 300 ribu rupiah karena telah melanggar Perbup no. 63 tahun 2021 yaitu untuk penanguung jawab Indah Grosir dan RM Ulah Lali karena tidak menyediakan alat pengukur suhu. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.