PPKM DARURAT, "PIL PAHIT" YANG HARUS DITELAN


Seputarkuningan.com - 
Kebijakan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli 2021 ini, diharapkan makin meningkatkan kesadaran masyarakat mentaati protokol kesehatan agar Covid-19 bisa terkendali dan pemulihan ekonomi bisa kembali terjadi. Sebab berhasil atau tidaknya PPKM darurat ini secara tidak langsung akan berpengaruh kepada besar kecilnya pemulihan ekonomi.

PPKM Darurat yang saat ini diterapkan ibarat pil pahit yang harus ditelan masyarakat yang diharapkan nantinya akan menjadi obat penyembuh bagi semuanya. Hanya saja, kepahitan rakyat semakin berat dengan sulitnya mereka mengakses ruang-ruang kreatifitas secara ekonomi karena terjadinya pembatasan.

Hal ini diungkapkan salah seorang aktivis Kabupaten Kuningan Boy Sandi kepada seputarkuningan.com. 

"PPKM Darurat ini saya anggap sebagai pil pahit yang harus kita telan. Mau tidak mau, ini memang harus kita terima," ujar Boy saat ditemui di kediamannya, Sabtu (17/7/2021).

Boy tidak menampik dengan adanya kebijakan ini membuat sektor usaha kelas menengah ke bawah menjerit karena harus memutar otak kembali untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Boy menambahkan, tidak hanya Pemerintah Daerah Kuningan yang harus memikirkan dampak yang dirasakan masyarakat. Para anggota DPRD Kabupaten Kuningan sudah saatnya untuk juga ikut mau berpikir soal ini.

"Untuk cara atau metodenya mungkin bisa mereka rumuskan," kata Boy.

Boy menyarankan untuk membantu para pedagang kecil dengan memberikan bantuan sembako hanya saja dalam bentuk uang tunai  setara dengan nilai sembako yang biasa diberikan pemerintah. Dengan bantuan uang tunai ini, supaya terjadi penguatan ekonomi di level masyarakat ketika mereka menggenggam rupiah.

"Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir dan kita dapat bangkit kembali seperti sebelumnya," pungkas Boy. (Elly Said)





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.