MESKI SEMPAT ADU MULUT, PETUGAS TINDAK TEGAS PELANGGAR PPKM DARURAT


Seputarkuningan.com - 
Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Kuningan menindak tegas siapapun yang melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Terbukti, pada Sabtu (10/7/2021), petugas gabungan berhasil menjaring 13 pelanggar PPKM Darurat di sepanjang Jalan Siliwangi, Taman Kota dan Cilowa.

Pantauan seputarkuningan.com di lokasi, sempat terjadi adu mulut antara petugas dan salah seorang pemilik toko yang tidak terima dirazia. Pemilik toko mengaku tidak pernah ada sosialisasi pemberlakuan PPKM Darurat. Setelah petugas memberikan penjelasan, akhirnya pemilik toko bisa menerima jika dirinya melanggar PPKM Darurat.

Menurut keterangan Kanit Tipiter Polres Kuningan IPDA Dahroji, para pelanggar ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Kuningan pada Hari Senin (12/7/2021) besok.

"Sehubungan ini hari Sabtu, maka para pelanggar ini akan disidang Hari Senin besok," kata Dahroji kepada seputarkuningan.com usai melaksanakan operasi yustisi.

Dahroji menambahkan, dari semua pelanggar ini rata-rata tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan tempat cuci tangan untuk konsumen dan tidak memberlakukan WFH bagi karyawannya.

"Dasar hukum yang kami gunakan adalah Perda Provinsi Jabar no 5 tahun 2021 tentang perubahan Perda no 13 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat. Mereka telah melanggar Pasal 21 I ayat (2) Huruf E Jo Pasal 34 ayat (1) Perda No. 5 thn 2021 dengan sanski denda minimal 5 juta rupiah dan maksimal 50 juta rupiah atau kurungan 1 bulan penjara," ujar Dahroji.

Toko yang terjaring operasi yustisi ini di antaranya toko emas, toko furniture, toko pakaian dan rumah makan yang juga kedapatan menerima konsumen makan di tempat. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.