DRIVER ONLINE CURHAT, SULIT DAPAT PENUMPANG HINGGA PENDAPATAN ANJLOK

Seputarkuningan.com - Pelaksanaan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah hingga 20 Juli 2021 mendatang, tidak hanya berpengaruh terhadap para pelaku usaha saja, driver online pun terkena imbas dengan adanya PPKM Darurat ini. Pelaksanaan PPKM Darurat membuat mereka kesulitan mendapatkan penumpang yang tentu saja menyebabkan pendapatannya turun hingga 90%.

Salah seorang driver online Agus Maulani, mengatakan dengan adanya pemberlakuan PPKM Darurat ini pihaknya merasa terpukul dan menyebabkan penumpang hariannya sepi.

“Ya yang jelas tentu pasti sangat berkurang penumpang, kami kesulitan mendapatkan penumpang karena perkantoran kan menerapkan WFH 100% begitu juga dengan aktivitas masyarakat yang dibatasi hingga pukul 14.00 Wib," kata Agus saat berbincang dengan seputarkuningan.com, Sabtu (17/7/2021).

 Agus menuturkan dibandingkan dengan sebelum adanya PPKM Darurat ini, dirinya bisa membawa pulang uang ke rumah sebesar Rp 150 ribu - Rp 250 ribu, kini pendapatannya hanya mencapai Rp 50 ribu - Rp 90 ribu saja. Itu punn belum dikurangi untuk aplikator dan BBM.

"Konsumen kami biasanya banyak dipesan oleh pegawai pemerintahan, swasta, guru pelajar, mahasiswa serta anak muda," imbuh Agus.

Adanya penurunan pendapatan ini, lanjut Agus, tentu saja menyulitkan membagi keuangan. Apalagi bagi driver online yang kendaraannya masih dalam tahap cicilan.

"Selain cicilan atau setoran tetap harus berjalan, tentu saja kebutuhan sehari-hari pun harus menjadi prioritas bagi kami," ujar Agus.

Bahkan, Agus pernah mengalami dalam satu hari tidak mendapatkan penumpang satu pun dan pulang dengan tangan hampa. Yang biasanya dapat 6-10 orderan, saat ini paling banyak dapat menerima orderan hanya 4 saja.

"Tentu saja sangat berdampak. Tapi ya mau gimana lagi. Itu sudah jadi aturan. Diam di rumah butuh pemasukan, keluar rumah bisa dapat orderan bisa tidak. Sedangkan BBM harus tetap diisi," kata Agus.

Agus berharap, pemerintah daerah dapat mengkaji disektor ekonomi siapa saja yang terkena dampaknya. Dan ada perhatian bagi driver online, apalagi driver online kerap membawa penumpang ke rumah sakit, alangkah baiknya Pemkab Kuningan melalui BPBD dapat memberikan bantuan berupa APD, hand sanitizer untuk pelayanan driver online di rumah sakit. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.