TILANG ELEKTRONIK DIBERLAKUKAN, BAGAIMANA DI KUNINGAN ?

Sumber poto : Google Photo

Seputarkuningan.com - 
Polri telah meluncurkan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik. Akan tetapi, penerapan e-tilang sementara ini dipastikan belum bisa diterapkan di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, sarana dan prasarana yang belum memadai menjadi kendala. 

Hal ini diakui Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya saat dikonfirmasi kesiapan e-tilang di wilayah hukum Polres Kuningan.

“Untuk di Kuningan, e-tilang ini belum dapat diterapkan. Sarananya dan prasarana untuk melaksanakan e-tilang belum memadai. Hingga saat ini, kami masih membicarakannya dengan Forkopimda terutama dengan Pak Bupati," kata Kapolres kepada seputarkuningan.com usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Kuningan, Senin (12/4/2021).

Menurut Kapolres,  Polri mendorong setiap kota dan kabupaten dapat dipenuhi sarana kamera ETLE. Selain bisa mendeteksi pelanggar lalu lintas, juga bisa membantu penyidikan tindak pidana.

"Anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Kami belum bisa memastikan kapan di Kuningan akan bisa diberlakukan," ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Tahir Muhiddin mengatakan anggaran yang diperlukan untuk biaya pemasangan kamera ETLE dibutuhkan sekitar 1 milyar rupiah. Oleh sebab itu, penerapan e-tilang di Kuningan masih dalam tahap perencanaan.

"Kita masih kordinasi dengan pemda soalnya anggaran yang dibutuhkan cukup besar," kata Kasat.

Kasat mengaku tidak bisa memastikan kapan akan dilakukan pengajuan anggaran. Sebab, anggarannya cukup besar karena kamera ETLE tidak seperti CCTV pada umumnya yang banyak terpasang di sejumlah traffic light. Tingkat akurasi dan ketajaman kamera ETLE jauh lebih tinggi. Bahkan, bisa merekam jelas aktivitas pengendara dan pelat nomor kendaraannya.

Serta, dapat mengindentifikasi secara otomatis jenis kendaraan dan pelanggaran yang dilakukan pengendara. Seperti, menggunakan telepon genggam dan tidak memakai sabuk pengaman. 

"Akan tetapi bukan berarti para pengendara bisa melanggar lalu lintas karena tidak ada e-tilang. Karena tilang manual masih kita berlakukan. Ketika ada pelanggaran apalagi yang kasat mata maka tetap tilang akan diberlakukan," tegas Kasat. (Elly Said)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.