REFOCUSING ANGGARAN, PEMKAB KUNINGAN BUTUH RP 125 MILYAR


Seputarkuningan.com - 
Di tahun 2021 ini, pihak pemerintah baik pusat dan daerah masih melakukan kebijakan refocusing dalam pengelolaan anggaran negara dengan memperhatikan kondisi saat ini bahwa negara masih fokus mengatasi pandemi Covid-19. Di antaranya pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara bertahap kepada masyarakat Indonesia termasuk di wilayah Kabupaten Kuningan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan di tahun ini harus melakukan kebijakan sebagaimana arahan dari pemerintah Pusat. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dian Rahmat Yanuar, menyebutkan Pemkab Kuningan membutuhkan 89 Milyar dana refocusing penanganan Covid-19 tahun 2021.

"Refocusing ini kan ada dasarnya dari PerMenkeu No. 12 tahun 2021 dan surat edaran juga. Pada intinya Dana Alokasi Umum (DAU) Kuningan dipangkas sekitar 4% dan ada juga sekitar 8% dana yang ditetapkan dari Kemkeu untuk dianggarkan di Biaya Tak Terduga (BTT) penanganan covid dan pasca covid," kata Dian kepada seputarkuningan.com, saat ditemui di Pendopo Kuningan Kemarin.

Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk refocusing tahun 2021 ini adalah sebesar 125 Milyar Rupiah. 89 milyar rupiah yang diambil dari anggaran APBD yang sudah dianggarkan untuk disimpan di BTT dan sisanya yang 36 milyar rupiah hasil pemotongan DAU. Setelah dihitung dan dipersentasikan, maka seluruh SKPD dan kecamatan diambil rata-rata sekitar 30 hingga 40% anggarannya.

"Uangnya darimana untuk menutup yang 125 Milyar rupiah tersebut? Nah, direfocusinglah anggaran-anggaran SKDP hingga kecamatan yang sudah ditentukan," ujar Sekda.

Sekda akui pemotongan anggaran refocusing tahun 2021 ini dinilai cukup besar.

"Mau tidak mau kita harus menerima. Dan ini memang konsekuensi logis yang harus kita terima. Dan ini tidak hanya di Kuningan, di seluruh belahan bumi nusantara terjadi seperti ini karena aturan dari pusat," tandas Sekda.

Sekda mengatakan, anggaran untuk BTT sebesar 89 milyar rupiah yang diambil dari anggaran yang sudah dianggarkan itu akan disimpan. Jika anggaran tersebut tidak digunakan akan dikembalikan kepada SKPD.

"Minggu ini laporan hasil refocusing harus sudah dilaporkan. Jika tidak dilaporkan, maka DAU akan ditunda oleh pusat," ujar Sekda.

Ketika ditanya rumor akan melakukan peminjaman dana dari pihak luar, Sekda menjawab bahwa hal itu merupakan skema terakhir akan tetapi  dilihat dulu hasil dari refocusing.

"Itu skema terakhir, kita akan coba secara mandiri dulu dengan refocusing tersebut. Dan mudah-mudahan terpenuhi," pungkas Sekda. (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.