MUDIK DILARANG, PENGUSAHA BUS DI KUNINGAN "NGADU" KE DEWAN


Seputarkuningan.com - 
Merasa keberatan adanya larangan mudik Lebaran tahun 2021 yang dikeluarkan pemerintah, sejumlah pengusaha dan supir bus mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (6/4/2021). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan jika larangan mudik diberlakukakan. 

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy menerima langsung kedatangan pengusaha dan supir bus ini. Menurut Nuzul, kebijakan larangan mudik ini merupakan kebijakan yang dilematis karena ada pihak-pihak yang dirugikan, yaitu perusahaan otobus dan para supir bus.

"Hal ini dilakukan pemerintah tentunya untuk dapat menghentikan penyebaran Covid-19. Sebab di satu sisi kesehatan merupakan hukum tertinggi yang harus diputuskan. Namun di sisi lain, kebijakan ini pasti ada pihak yang dikorbankan," kata Nuzul.

Tapi, lanjut Nuzul, pihaknya tetap akan menerima dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan para pengusaha angkutan bus ini.

"Kita akan sampaikan kepada pemerintah pusat melalui DPR RI," janji Nuzul.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Jaka Chaerul, mengatakan aspirasi para pengusaha bus ini akan juga disampaikan ke Kementrian Perhubungan.

Jaka mengaku, edaran larangan mudik yang dikeluarkan Menhub hingga sekarang belum diikuti aturan pemberhentian operasional armada angkutan bus baik AKAP maupun AKDP.

"Saat ini yang ada hanya larangan masyarakat untuk mudik, karena pertimbangannya masih tingginya kasus Covid-19 setiap usai liburan. Karena Lebaran merupakan liburan panjang yang dapat menimbulkan mobilisasi massa," ujar Kadis. 

Kadis menambahkan, larangan bagi masyarakat tidak keluar daerah adalah pada tanggal 6-17 Mei 2021. 

"Hampir di setiap kabupaten/kota memiliki keluhan yang sama dari para pengusaha armada  angkutan bus soal larangan mudik Lebaran," ujar Jaka. (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.