TAK TERIMA DITETAPKAN TERSANGKA, PELAKU SODOMI AJUKAN PRAPERADILAN


Seputarkuningan.com - 
Sidang praperadilan  terkait kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali digelar setelah sebelumnya ditunda selama 1 minggu dengan nomor perkara I/Pid.Pra/2021/PN KNG dipimpin oleh hakim Andita Yuni Santoso, SH. MKN. Sidang digelar Ruang Sidang Ali Said Pengadilan Negeri Kuningan, Senin (15/3/2021).

Az (56) warga Blok Ciasem Rt 8 Rw 3 Kelurahan Purwawinangun Kecamatan/Kabupaten Kuningan terduga pelaku tindak pidana pencabulan terhadap dua anak di bawah umur menolak ditetapkan tersangka, melalui kuasa hukumnya AZ mengajukan praperadilan.

Sidang yang berlangsung selama 45 menit tersebut dengan agenda membacakan permohonan dari pemohon. 

Di sana mereka menyampaikan alasan mengajukan gugatan praperadilan. Di antara poin yang disorot di balik gugatan tersebut adalah kekaburan penyelidikan dan penyidikan oleh pihak kepolisian dalam kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Selain itu,  disampaikan pula bahwa penetapan tersangka terhadap pemohon dianggap prematur tanpa ada alat bukti pendukung lainnya.

"Penetapan tersangka dianggap tidak sah atau cacat hukum karena hanya berdasarkan gelar perkara pada tanggal 5 Februari 2021 dan penatapan tersangka hanya selang beberapa menit setelah pemohon diperiksa sebagai saksi," kata Winata Kurniawan saat membacakan permohonan dari pemohon.

Winata melanjutkan, pemohon ragu akan alat bukti dari pihak Kepolisian karena hanya didasarkan atas aduan dari orang tua korban dan tidak ada pemeriksaan saksi-saksi lainnya, maupun saksi ahli seperti psikolog.

Dalam permohonan tersebut, kuasa hukum pemohon menilai keputusan pihak kepolisian untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka merupakan langkah prematur dan sebagai tindakan kesewenang-wenangan karena pemohon memberikan keterangan sebagai saksi.

"Maka dari itu, pemohon meminta pihak Pengadilan Negeri Kuningan untuk menetapkan penetapan tersangka terhadap pemohon tidak sah. Meminta Pengadilan Negeri Kuningan untuk mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya. Menetapkan penetapan tersangka tidak sah dan batal demi hukum," lanjut Riri Priyono membacakan permohonan pemohon.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan tanggapan dari pihak termohon yaitu Polres Kuningan atas surat permohonan dari pihak pemohon pada Selasa (16/3/2021).

Sedangkan dari pihak Termohon hadir Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja yang didampingi Bidang Hukum Polda Jabar AKP Deny Sunjaya,SH serta Penata I Ajat Bidkum Polda Jabar. (Elly Said)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.