KORUPSI DANA BOS, MANTAN KEPSEK SMK LURAGUNG DIBUI


Seputarkuningan.com -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan menerima pelimpahan  berkas perkara dugaan korupsi dengan tersangka mantan kepala SMKN 1 Luragung Kabupaten Kuningan berikut tersangka MR dan sejumlah barang bukti dari Tim Penyidik Tipikor Polres Kuningan, Senin (1/3/2021).  Atas hal tersebut, tersangka MR pun kini harus menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan untuk persiapan persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Unit Tipikor Polres Kuningan bersama tersangka MR tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Kuningan sekitar pukul 10.00 WIB. Didampingi istri dan kuasa hukumnya, MR langsung memasuki ruangan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari untuk menjalani sejumlah pemeriksaan.

 Selain pemeriksaan berkas dan barang bukti, MR pun harus menjalani pemeriksaan kesehatan salah satunya tes rapid antigen yang hasilnya menyatakan negatif Covid-19.Usai menjalani pemeriksaan, tersangka MR keluar mengenakan rompi tahanan warna merah. Dengan pengawalan ketat petugas kejaksaan, MR pun digiring menuju mobil tahanan.

“Hari ini kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) tahun 2014-2015 dengan tersangka mantan kepala sekolah berinisial MR telah memasuki tahap dua. Untuk sementara, tersangka kami titipkan di sel Mapolres Kuningan dan Insya Allah hari Kamis (4/3) besok akan kami serahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk persiapan persidangan,” papar Kasi Pidsus Kejari Kuningan Ardhy Haryoputranto SH MH kepada awak media.

Ardhy mengatakan, setelah memasuki tahap dua ini maka yang bersangkutan harus menjalani masa tahanan paling lama 20 hari sebelum memasuki masa persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

“Alhamdulillah penyerahan berkas dan tersangka berikut barang bukti berjalan lancar, bahkan hasil rapid tes tersangka MR pun dinyatakan negatif Covid-19. Selanjutnya setelah menjalani penahanan selama 20 hari, tahap berikutnya kita tunggu proses persidangan di Bandung,” kata Ardhy.

Tersangka MR diduga melanggar pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

.Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka MR terseret kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOS dan SDP saat menjabat kepala sekolah salah satu SMK di wilayah Kuningan Timur pada tahun 2014-2015. Dari total anggaran sekitar Rp4,4 miliar untuk kegiatan operasional sekolah, ternyata yang terserap hanya Rp4,1 miliar. Diduga MR menyalahgunakan anggaran sebesar Rp290 juta untuk kepentingan pribadi, di antaranya untuk tambahan penghasilan setiap bulan dan cicilan mobil Proton senilai Rp70 juta. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.