WARGA CIASEM "NGAMUK", DATANGI RUMAH PELAKU SODOMI


Seputarkuningan.com - 
Puluhan warga di Gang Ciasem Kelurahan Purwawinangun Kecamatan/Kabupaten Kuningan sempat "mengamuk" dan mendatangi rumah yang diduga pelaku sodomi kepada dua anak di bawah umur. Warga merasa geram karena pelaku hingga saat ini masih bebas berkeliaran. Bahkan, ulah dari istri pelaku yang menantang warga Gang Ciasem sempat memicu emosi warga setempat.

Menurut salah seorang warga Enang, kemarahan warga setempat dipicu ketika ada mendapat informasi bahwa kasus tersebut akan dibawa ke Polda Jabar. Kemudian, keluarga korban merasa tidak terima mendapat informasi tersebut.

"Keluarga korban keluar rumah dan mendatangi rumah pelaku yang kebetulan bertetangga. Akan tetapi, istri dari pelaku malah menantang warga Ciasem dengan mengeluarkan kata-kata yang memicu warga emosi," ujar Enang, Kamis (18/2/2021).

Warga Gang Ciasem pun berdatangan menuju ke rumah pelaku, bahkan sempat terjadi dorong-dorongan pintu pagar. Kemudian, datang pihak kuasa hukum dari pelaku dan membawa pelaku keluar dari rumah tersebut. 

Merasa tidak terima dengan kelakuan keluarga pelaku, warga pun terus berdatangan dan menuntut pelaku serta keluarganya untuk keluar dari dalam rumah.

Enang menuturkan, kejadian ini berawal dari dari dugaan perbuatan sodomi yang dilakukan pelaku inisial A  (56) terhadap dua orang anak berusia 4 tahun dan 6 tahun. Kemudian, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Unit PPA Polres Kuningan.

Namun, lanjut Enang, hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran tidak dilakukan penahanan. Bahkan, mendapat informasi bahwa kasus tersebut akan dibawa ke Polda Jabar. Hal inilah yang membuat warga sempat emosi.

Tidak lama, Kanit PPA Polres Kuningan IPDA Suhandi beserta anggota tiba di lokasi dan memberikan penjelasan kepada warga terkait kasus tersebut. Kanit pun memberikan penjelasan bahwa kasus tersebut ditangani oleh Polres Kuningan bukan oleh Polda Jabar.

"Saya minta kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Kasus ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Kami tidak asal menahan orang ketika bukti belum terkumpul semua. Hari ini kami sudah memeriksa 3 orang dokter ahli," ujar Kanit.

Sementara itu, Lurah Purwawinangun Eman Sulaeman mengatakan pihak kelurahan sudah turut membantu kasus ini hingga dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Karena ini adalah ranah kepolisian dan sudah ditangani Polres Kuningan maka saya berharap agar warga bisa bersabar dan menunggu proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Jangan sampai terpancing emosi dan berbuat anarkis," ujar Eman. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.