WARGA CIASEM "NGAMUK", ADA APA ?


Seputarkuningan.com - Kediaman terduga pelaku sodomi terhadap dua anak di bawah umur yang terjadi di Blok Ciasem  Kelurahan Purwawinangun Kecamatan/Kabupaten Kuningan didatangi warga setempat. Warga yang sempat terpancing emosi oleh sikap dan perkataan keluarga pelaku merasa geram dan mendatangi rumah pelaku, Kamis (18/2/2021) . Aksi warga tersebut dapat diredam oleh pihak kepolisan yang hadir di lokasi. 

Kanit PPA Polres Kuningan IPDA Suhandi menjelaskan, kasus dugaan sodomi ini dilaporkan sekitar Bulan Nopember 2020, dengan korban 2 orang anak di bawah umur yang berusia 4 dan 6 tahun. Karena kasus ini agak  rumit, maka pihaknya baru menetapkan terduga menjadi tersangka saat ini.

"Kasus ini menjadi rumit, karena pada awal pelaporan tidak pada saat kejadian. Jadi kami harus mengumpulkan alat bukti yang kuat. Kasus  bermula ketika korban mengaku sering mengeluh sakit di bagian perut dan anusnya," ujar Kanit kepada seputarkuningan.com.

Karena adanya pengakuan dari korban pernah disodomi, maka ibu korban melaporkan kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan visum dan mengumpulkan alat bukti, kasus ini pun dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kanit menegaskan, bahwa pihaknya akan on the track dalam menangani kasus ini. Pasalnya, banyak pihak yang memantau perjalanan kasus ini. 

"Saya juga mempersilahkan warga pun turut memantau perkembangan kasus ini, hanya saya minta jangan main hakim sendiri. Karena nanti akan ada tindakan lain yang membuat warga berhadapan dengan hukum. Percayakan kepada kami yang sedang menangani kasus ini," ujar Kanit.

Kanit menambahkan, hari ini pun pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dokter. Nantinya, akan dilakukan gelar perkara baik di Polda maupun di sini (Polres-Red). Oleh karena kasus ini belum rampung, maka tersangka belum dapat dilakukan penahanan. Setelah bukti terkumpul dan kuat, maka pihaknya akan melakukan penahanan terhadap pelaku.

Ketika ditanya kenapa gelar perkara harus di Polda Jabar, Kanit pun menjelaskan bahwa itu adalah permintaan dari pihak tersangka. Pihak tersangka meminta gelar perkara dilakukan di Polda Jabar, karena tersangka merasa tidak melakukan hal tersebut.

"Itu hak tersangka, mungkin mau menguji kebenaran hasil penyelidikan dari kami. Tidak apa-apa, kami pun memiliki bukti yang kuat," ujar Kanit.

Kanit meminta kepada warga untuk mempercayakan kasus tersebut kepada pihaknya dan tidak melakukan perbuatan main hakim sendiri.

"Alhamdulillah tadi tidak ada aksi yang anarkis. Setelah kami berikan penjelasan warga pun bisa menerimanya," ujar Kanit. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.