SATU BULAN, POLRES KUNINGAN UNGKAP 18 KASUS


Seputarkuningan.com - 
Kapolres Kuningan AKBP Doffie Pahlevi Sanjaya, S.I.K.,M.Si, menggelar konferensi pers perdananya, Selasa (9/2/2021) di Aula WSP Mapolres Kuningan. Sebanyak 18 kasus selama bulan Januari 2021 diungkap Polres Kuningan. 11 kasus  diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Kuningan dan 7 kasus lainnya diungkap Satres Narkoba Polres Kuningan.

Kasus yang berhasil diungkap Satreskrim di antaranya kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengerusakan,  tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengerusakan,  tindak pidana penganiayaan,  tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok geng motor, tindak pidana pencurian dengan pemberatan,  tindak pidana terhadap anak dibawah umur, tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga,  tindak pidana penggelapan mobil dan  tindak pidana penipuan dan/atau pengelapan.

Sedangkan kasus yang diungkap Satres Narkoba adalah  3 kasus penyalahgunaan obat-obatan keras tanpa ijin edar dan 4 kasus lainnya merupakan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kapolres yang didampingi Wakapolres Kuningan Kompol Jaka Mulyana,  Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja, Kasat Narkoba AKP Otong Jubaedi,  dan Plt Kasubag Humas Polres Kuningan AKP Harminal M.H. Piliang, di depan awak media menerangkan, bahwa para pelaku melakukan aksinya lebih dari 14 TKP di wilayah hukum Polres Kuningan.

"Untuk kasus yang berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim, saat ini kita telah mengamankan 14 orang pelaku yang terdiri dari kasus tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengerusakan sebanyak 4 orang, kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebanyak 3 orang, sementara untuk 7 kasus tindak pidana lainnya masing-masing sebanyak 1 orang pelaku,” papar Kapolres.

Sementara kasus yang diungkap jajaran Sat Narkoba, telah diamankan 10 pelaku, yang ke semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 33 barang bukti Sat Reskrim dan barang bukti Sat Narkoba berupa 20.97 gram narkotika jenis sabu serta 1948 butir obat keras terbatas.

Di tempat yang sama,  Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja menerangkan ancaman hukuman dari para pelaku, untuk kasus kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengerusakan kita kenakan Pasal 170 ayat ke(1) KUHPidana Jo Pasal 406 ayat ke(1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun 6 bulan. 

Kasus tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau pengerusakan, kita kenakan Pasal 170 KUHPidana jo Pasal 351 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun 6 bulan; Kasus tindak pidana penganiayaan kita kenakan Pasal 351 KUHPidana ayat (1) dan (2), tentang tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara; kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok geng motor, kita kenakan Pasal 365 ayat ke (1) KUHP dan Pasal 170 ayat ke (1) KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

Kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan, kita kenakan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara; Kasus tindak pidana penggelapan mobil, kita kenakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, serta untuk kasus tindak pidana penipuan dan/atau pengelapan kita kenakan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Untuk kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, kita kenakan Pasal 81 ayat (1), (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas  UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dan atau Pasal 76D UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara, dan Kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga secara seksual, kita kenakan Pasal 5 huruf c Jo Pasal 8 huruf a Jo pasal 46 UU No 23 tahun 2004 tentang PKDRT (penghapusan kekerasan dalam rumah tangga) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,”jelas Kasat.

Sedangkan para pelaku yang diamankan Satres Narkoba, Kasat Narkoba AKP Otong Jubaedi menjelaskan, untuk kasus penyalahgunaan obat keras terbatas, kita kenakan Pasal 197 jo. Pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan untuk kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, kita kenakan pasal 112 ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.