BELI MOBIL, TERNYATA HASIL KORUPSI DANA BOS


Seputarkuningan.com - 
Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Kuningan menetapkan Mamat Rahmat mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Luragung menjadi tersangka atas tindakan pidana korupsi yang dilakukannya. Dalam Press Release yang digelar di Aula WSP Mapolres Kuningan, Kapolres Kuningan melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja mengatakan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka yaitu penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2014 dan 2015 serta Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) tahun ajaran 2014/2015 di SMKN 1 Luragung Kabupaten Kuningan.

Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja yang didampingi oleh Kanit Tipikor Ipda Yaseri Eko Gurit Sinandito, menyebutkan  tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana BOS tahun anggaran 2014 dan 2015 serta  Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) tahun ajaran 2014/2015 tersebut berdasarkan Laporan Polisi No.: LP/A/34/IX/2018/JBR/RES KNG, tanggal 19 September 2018 serta Surat Perintah Penyidikan No.: Sprin Dik/218/IX/2018/Reskrim, tanggal 19 September 2018 dengan menyeret tersangka Mamat Rahmat (57) yang pada saat itu   menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 1 Luragung tahun 2014-2015.


“Modus tersangka dalam melakukan tindakan korupsi yakni dengan cara melakukan pemotongan anggran sebesar 15 % dari setiap kegiatan sekolah dan melakukan penyisihan anggaran sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) SMKN 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015 kemudian tersangka menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi diantaranya tambahan gaji/penghasilan kepala sekolah setiap bulannya dan juga untuk pembayaran cicilan mobil pribadi Kepala Sekolah," papar Danu.


Danu  juga menyebutkan,  berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh auditor Inspektorat Kabupaten Kuningan, perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 290.429.226,- (Dua ratus sembilan puluh juta empat ratus dua puluh sembilan ribu dua ratus dua puluh enam rupiah).

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dokumen terkait penyaluran penggunaan Dana BOS Pusat, BOS Provinsi Dan DSP SMKN 1 Luragung TA 2014 dan 2015, uang tunai senilai Rp. 21.526.500, satu unit mobil merk Proton type Exora 1.6L M/T Fl Base Line Nopol : E-1397-YA tahun 2012 warna Silver beserta STNK dan BPKB atas nama Tersangka.


Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 18 ayat (1) tentang pidana tambahan UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UUU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit dua ratus juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah.  (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.