BEJAD !! IBU DIHAMILI, ANAK DISETUBUHI, INI PENGAKUAN PELAKU


Seputarkuningan.com - 
Satreskrim Polres Kuningan menangkap seorang warga Cirebon A (36) tersangka  tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pelaku ditangkap setelah dipancing oleh ibu korban untk bertemu di Alun-alun Kadugede Kabupaten Kuningan.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja melalui Kanit PPA Polres Kuningan IPDA Suhandi mengatakan, korban merupakan anak di bawah umur berusia 13 tahun. Dari hasil pengakuan tersangka,  sudah 3 kali melakukan persetubuhan terhadap korban. 

"Berawal dari kecurigaan ibu korban yang melihat chat via WA antara korban dan tersangka yang isinya mesra. Kemudian, ibu korban bertanya kepada korban dan korban mengakui bahwa telah disetubuhi oleh tersangka," kata Suhandi.

Ternyata, kata Suhandi, ibu korban merupakan pacar dari tersangka dan saat ini dalam kondisi hamil 2 bulan. Ibu korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Korban diancam oleh pelaku akan menyebarkan isi chatingan via whatsapp dan melaporkannya kepada ibu korban.

"Tersangka membawa korban ke Hotel Cijoho Permai dan melakukan persetubuhan di tempat tersebut serta pelaku merekam dengan menggunakan handphone milik pelaku," ujar Suhandi.

Saat dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Unit PPA Polres Kuningan, tersangka mengaku tertarik dengan korban karena sering bertemu dan mengajak korban jalan-jalan serta memberinya uang jajan.

"Saya sudah 3 kali melakukannya dengan korban. Pertama saya lakukan di rumah kontrakan di Cirebon dan terakhir di hotel," kata tersangka.

Tersangka juga mengaku merekam perbuatannya menggunakan handphone miliknya dan mengancam korban akan menyebarkannya jika tidak menurut.

Kepada tersangka dijerat pasal 81 ayat (1), (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tentang perlindungan anak menjadi UU dan atau pasal 76D UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda lima milyar rupiah. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.