DAERAHNYA DISEBUT TERMISKIN DI JABAR, INI KATA BUPATI KUNINGAN


Seputarkuningan.com - Dilansir dari kanal youtube Humas Pemprov Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil dalam siaran persnya menyebutkan bahwa akibat pandemi Covid-19 Kabupaten Kuningan termasuk dari lima kabupaten yang peningkatan angka kemiskinannya cukup tajam. Gubernur menyebutkan Kuningan pada urutan pertama dari lima kabupaten tersebut, disusul Indramayu, Sumedang, Cianjur dan Kota Cirebon.

Saat dikonfirmasi Kuningan menjadi urutan pertama kabupaten termiskin di Jawa Barat, Bupati Kuningan H Acep Purnama mengatakan bahwa pak Gubernur Jawa Barat menjelaskan terkait dengan dampak covid-19 untuk semua sektor, salah satunya yang berdampak kepada kemiskinan.

“Pak Gubernur menjelaskan bahwa se-Jawa Barat, dari 27 Kabupaten/Kota ada 19 Kab/Kota terlihat peningkatan kemiskinannya cukup tajam, dari 19 itu ada lima kab/kota yang sangat tajam di antaranya Kuningan,” kata Acep kepada awak media usai menyaksikan kedatangan vaksin di Gudang Farmasi Dinkes Kabupaten Kuningan, Rabu (27/1/2021).

Acep mengatakan, Kuningan bukan di urutan pertama namun hanya yang disebutkan urutan pertama, kalau dirinya menafsirkan dari 27 Kabupaten/Kota menjadi 19 yang dampak covid-19 terasa dan ada peningkatan tajam di 5 Kabupaten/Kota.

“Bukan berarti ketika Kuningan disebutkan pertama menjadi yang terbesar,  belum tentu," kata Acep.

Upaya yang akan dilakukan Pemkab, lanjut Acep,  sudah dan sedang kita laksanakan bukan karena diumumkan oleh pak Gubernur saja, beberapa waktu yang lalu BPS juga pernah mengumumkan.

“Saya ngapain harus berdebat ini itu, kita mencari akar penyebabnya kenapa timbul kemiskinan, dan saya tidak akan saling menyalahkan bagaimana masyarakat Kuningan yang biasa urban, sekarang karena banyaknya PHK dan dipulangkan sehingga berakibat kepada pendapatan, harus kita terima dengan arif dan bijaksana,” ujar Acep.

Acep mengungkapkan, langkah-langkah yang sudah dilakukan pasca pandemi salah satunya pemulihan ekonomi, dengan kita mentracking, mengkelompokan para pelaku UMKM, pedagang yang terdampak covid-19.

Ketika ditanya terkait anggaran dalam pengentasan kemiskinan, Acep mengakui bahwa anggaran untuk tahun ini sementara masih menghitung, yang jelas apa pun yang diperlukan pokoknya harus ada.

Acep menegaskan, angka kemiskinan tidak ada kaitannya dengan pengajuan bantuan Covid-19 ataupun bantuan lainnya. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.