INI CATATAN KINERJA KEJAKSAAN NEGERI KUNINGAN TAHUN 2020


Seputarkuningan.com - 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2020kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun. Di antaranya menyelamatkan keuangan negara senilai ratusan juta rupiah.

Hal ini diungkapkan Plh Kejari Kuningan Ardhi Haryoputranto yang juga selaku Kasi Pidsus Kejari Kuningan didampingi Kasi Intel Kejari Kuningan Mahardika Rahman dan Kasi Barang Bukti Ahmad Sudarmaji saat menggelar rilis akhir tahun 2020 di Aula Kejaksaan Negeri Kuningan, Senin (28/12/2020).

Menurut Ardhi, pihaknya dapat menyelamatkan  PNBP dari Kejaksaan Negeri Kuningan, yang mencapai sekitar Rp294 juta, ditambah mendapat hibah dari Pemda untuk rehab gedung Datun dan Pidsus sekitar 897 Juta.

Untuk kegiatan intelejen, Ardhi menyebutkan capaian penyelidikan, pengamanan dan penggalanan tercapai sebanyak 2 kegiatan, lalu penyuluhan hukum dan penerangan hukum sebanyak 1 kegiatan, kemudian Jaksa masuks sekolah sebanyak 3 kegiatan.Untuk Pidana Umum, masih Ardhi, SPDP sebanyak 201 perkara, dilanjutkan tahap I sebanyak 190 perkara, kemudian tahap II sebanyak 140 perkara, lalu penahanan sebanyak 140 perkara, upaya hukum sebanyak 1 perkara dan eksekusi sebanyak 157 perkara.

Sementara untuk Pidana Khusus, lanjut Ardhi, dilakukan penyelidikan sebanyak 3 perkara, yaitu dugaan korupsi Penyelewengan APBDes dan Mark Up anggaran Pembangunan di Desa Sindangjawa Kecamatan Cibingbin TA 2018 dan 2019.

Kemudian dugaan korupsi non fisik operasional KB pada DPPKBPPA, dan dugaan korupsi dalam penggunaan dana hibah bansos APBD Provinsi Jawa Barat TA 2017 sebesar Rp30 Miliar.

“Untuk penyidikan sendiri yang berhasil hingga penututan dilakukan yaitu dugaan penyalahgunaan dana KUR pada bank BTN dengan kerugian Negara sekitar 26 Miliar dengan tersangka Rachmad Suhendrotomo,” kata Ardhi dalam keterangannya.

Untuk Seksi Datun, lanjut Ardhi, selam pandemi tidak ada kegiatan bantuan hukum non litigasi, namun untuk pertimbangan hukum ada 1 kegiatan dan pelayanan hukum sebanyak 11 kegiatan.

Dan untuk Seksi Pengelolaan Barang bukti dan Barang Rampasan, dilakukan sebanyak 2 kali kegiatan pemusnahan, yaitu 15 Juli pemusnahan BB dari 36 perkara Pidana Umum dan belum lama ini dilakukan pemusnahan BB dari 10 perkara Narkotika dan 12 perkara Oharda.

Akan tetap, lanjut Ardhi,  untuk serapan anggaran hanya mencapai 79 persen. Hal ini dikarenakan bukan karena kinerja kejaksaan yang menurun, melainkan keadaan yang membuat anggaran tidak bisa diserap secara utuh dikarenakan Covid -19.

“Salah satu contoh, penggunaan BBM untuk antar jemput tahanan kan sudah tidak bisa digunakan, karena sidang dilakukan secara virtual, oleh karena itu kita seadanya saja, kalau justru kita habiskan malah dipertanyakan,” ujar Ardhi. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.