GELAR RAMCEK, DITEMUKAN SURAT HASIL RAPID TEST KEDALUWARSA


Seputarkuningan.com - 
Menjelang libur natal 2020 dan tahun baru 2021, Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan melakukan pemeriksaan kendaraan (Ramcek). Puluhan armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP dilakukan pengecekan kelengkapan kendaraannya, Kamis (24/12/2020) di Terminal Kertawangunan Kuningan.

Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Tahir Muhiddin ramcek dilaksanakan guna memastikan kelayakan dan kesiapan setiap angkutan umum dalam rangka menjamin keselamatan masyarakat yang akan melakukan libur panjang natal dan tahun baru.

"Kami memastikan bahwa kendaraan umum yang akan digunakan ini layak dipergunakan di jalan raya sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman hingga tempat tujuan," kata Tahir kepada awak media.

Dalam pengecekan tersebut, Tahir meminta kepada para supir untuk menempel barcode yang diberikan agar lebih mudah dalam pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan tersebut. Saat pengecekan, ditemukan beberapa bus yang masib belum melengkapi protokol kesehatan.

"Ada beberapa kendaraan yang belum dilengkapi protokol kesehatan seperti menyediakan hand sanitizer dan masker bagi para penumpang. Kami memberikan teguran agar dilengkapi protokol kesehatannya sebelum berangkat. Alhamdulillah sudah kami cek, semua layak untuk jalan," ujar Tahir.

Namun, kata Tahir, sesuai dengan keputusan Kemenhub untuk kendaraan dari luar daerah harus dilengkapi surat rapid test. Kalau tidak ada, maka harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

"Ada bis yang dari Surabaya tadi, kami minta surat rapid testnya ternyata sudah tidak berlaku. Maka kami minta untuk melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum berangkat," imbuh Tahir.

Sementara itu, untuk prediksi arus puncak mudik liburan diperkirakan hingga tanggal 31 Desember 2020. Sebagai antisipasinya, kata Tahir, pihaknya melakukan penyekatan di perbatasan untuk mengecek kendaraan layak jalan dan dilengkapi surat rapid test. Jika tidak lengkap maka akan diminta putar balik.

Sementara itu, Kadishub Kabupaten Kuningan, Jaka Chaerul, menyampaikan kalau bis Kuningan yang masih beroperasi saat ini hanya sekitar 50 % saja dari jumlah biasanya.

"Yang masih konsisten beroperasi hanya primajasa saja. Kalau yang reguler hanya 1 atau 2 yang berjalan," kata Jaka.

Namun, kata Jaka, hal itu dimaklum akibat pandemi Covid-19 semua terkena dampaknya. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.