KASUS DIKSI 'LIMBAH', BK PUTUSKAN ZUL MELANGGAR


Seputarkuningan.com - 
Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Kuningan tetap melaksanakan proses persidangan Kode Etik terkait kasus "diksi limbah" dengan agenda pengambilan keputusan meski tanpa dihadiri pihak teradu yakni Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, Senin (2/11/2020). 

Proses persidangan sempat diundur karena ketidakhadiran pihak teradu. Semula persidangan dijadwalkan pukul 09.00 Wib namun karena pihak teradu tak kunjung datang maka persidangan diundur menjadi pukul 13.00 Wib. Wakil Ketua DPRD Kuningan, Dede Ismail didampingi unsur Pimpinan DPRD Kuningan lainnya, Ujang Kosasih, dan Kokom Komariah, saat memberikan keterangannya menjelaskan bahwa BK melalui sidang putusannya telah menyatakan Nuzul Rachdy terbukti melanggar Pasal 14 angka 2 Peraturan DPRD No. 2 tahun 2018 tentang Kode Etik DPRD. Menurut Dede Ismail, pihaknya telah menerima laporan dari BK terkait hasil putusan sidang terakhir. 

"Hasil putusannya BK, saudara Nuzul Rachdy telah melanggar pasal 14 angka 2 Peraturan DPRD No. 2 tahun 2018 tentang Kode Etik DPRD. Dan BK menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan untuk menindaklanjuti putusan itu dengan mengajukan permohonan pemberhentian Nuzul Rachdy dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kuningan," ujar Deis sapaan akrab Dede Ismail. 

Deis menambahkan, Pimpinan DPRD akan segera menggelar rapat pimpinan untuk menentukan jadwal Badan Musyawarah, setelah itu DPRD Kuningan akan menggelar rapat paripurna pembacaan putusan BK. (Elly Said)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.