INI ALASAN KADES LEBAKWANGI "SUNAT" BANTUAN GUBERNUR


Seputarkuningan.com - 
Sejumlah warga di Desa Lebakwangi Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan mengeluh bantuan sosial terdampak Covid-19 "disunat". Alasan pemotongan tersebut untuk dibagi rata ke warga yang belum menerima bantuan.

Bansos yang dipotong itu berupa bantuan Gubernur Jawa Barat. Pada penyaluran bantuan gubernur kali ini terdapat perbedaan nilai uang tunai yang diberikan pada tahap sebelumnya. Pada tahapan kali ini nilai yang diberikan sebesar Rp350 ribu dengan rincian Rp100 ribu uang tunai dan Rp 250 ribu  paket sembako.

Bantuan yang diterima warga berupa beras 5kg, gula pasir 1 kg, garam 1 kg, kornet sapi 1 buah, minyak goreng 1 liter, sarden kecil 5 buah, susu kotak 5 buah, vitamin 1 botol dan masker 4 buah. Sedangkan uang tunai sebesar Rp 100 ribu tidak diberikan, warga hanya diphoto dan tanda tangan.

"Saya terima hanya sembakonya saja. Uangnya tidak terima. Padahal di suratnya ada tertulis bahwa ada uang tunai Rp 100 ribu. Pas nyampe ke balai desa, saya hanya dipoto sambil pegang uang tapi uangnya disuruh dikembalikan lagi," kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada seputarkuningan.com, Rabu (11/11/2020).

Warga itu pun mengaku terpaksa menerima bansos hanya berupa sembako karena takut akan dicoret namanya dari daftar penerima bantuan. 

Dia menambahkan, ternyata tidak hanya dirinya yang tidak menerima uang tunai dari bangub tersebut. Warga lain pun tidak menerima uang tunainya.

Sementara itu, Kepala Desa Lebakwangi, Nuryaman, saat dikonfirmasi mengakui adanya pemotongan tersebut. Nuryaman mengatakan,  uang tunai sebesar Rp 100 ribu tidak diberikan kepada penerima bangub akan diperuntukkan bagi warga yang belum menerima bantuan apa pun.

"Ada sekitar 486 penerima bangub pada tahap ini. Nah, uang tunai sebesar Rp 100 ribu memang tidak kami berikan. Karena uang tersebut akan dibagikan kepada warga yang tidak menerima bantuan," kata Nuryaman didampingi Sekretaris Desa Nana Juliana.

Nuryaman menyebut bahwa pemotongan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama BPD, LPM, Rw, Rt, Tokoh masyarakat dan tokoh agama. Bahkan, kata Nuryaman, sebelum dilakukan pembagian pihaknya telah memberikan arahan kepada para kadus, rw dan rt untuk menginformasikan hal tersebut kepada penerima bantuan.

"Kemarin juga warga penerima bantuan ini sudah diberi arahan sebelum dibagikan. Bahwa uang seratus ribu rupiah tidak akan diserahkan dan akan dibagikan bagi warga yang tidak menerima bantuan," ujar Nuryaman.

Nuryaman menjelaskan, sebelumnya penerima bangub sebanyak 789 KK pada tahap kali ini hanya 486 KK yang menerimanya. Dan ada sekitar 179 KK yang belum pernah mendapat bantuan, maka uang yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang tidak menerima bantuan.

"Mereka yang tidak ada dalam daftar bangub tahap ini ada sekitar 303 KK ditambah 179 KK yang belum pernah menerima bantuan apa pun. Uang tersebut kami bagikan kepada mereka," imbuh Nuryaman. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.