FPI KUNINGAN INGATKAN BK TIDAK "MAIN MATA"


Seputarkuningan.com - 
Terus bergulirnya kasus diksi "limbah" yang dilontarkan Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy yang saat ini tengah diproses oleh Badan Kehormatan DPRD Kuningan mendapat perhatian khusus dari masyarakat. 

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuningan Ust Endin Kholidin mengingatkan BK DPRD Kuningan untuk tidak "main mata" dengan DPC PDIP Kuningan. Endin menegaskan, jangan sampai BK menetralisir kasus diksi "limbah" Nuzul Rachdy sehingga tidak turun dari jabatannya sebagai Ketua DPRD.

"Kami ingatkan kepada BK bahwa ada puluhan pasang mata yang mengawasi kinerja BK. Batas waktu keputusan BK tanggal 19 Oktober 2020 harus sudah ada," tegas Endin, Jum'at (16/20/2020).

Endin menambahkan, jika BK tidak memberikan keputusan pada waktu yang sudah ditentukan, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besara pada tanggal 22 Oktober mendatang di halaman Gedung DPRD Kuningan.

Menurut Endin, permohonan maaf yang dilakukan Nuzul hanya menyelesaikan masalah normatif dengan Husnul Khotimah.

"Permintaan maaf tidak menyelesaikan masalah dengan umat. Untuk kemaslahatan umat, Nuzul Rachdy harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPRD," tegas Endin.

FPI pun meminta kepada DPC PDIP Kuningan untuk mengeluarkan rekomendasi bahwa Nuzul Rachdy diturunkan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kuningan.

“Alasannya sudah jelas dan nyata. Masyarakat Kuningan menolak Nuzul Rachdy sebagai ketua DPRD atas ucapannya yang telah menghina pesantren dan santri,” pungkas Endin. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.