BEJAT ! USAI DISETUBUHI KORBAN "DIJUAL" KE TEMANNYA

Pelaku persetubuhan yang diamankan

Seputarkuningan.com - 
Empat pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umum berhasil dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Kuningan. Satu pelaku tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur sedangkan tiga pelaku lainnya harus mendekam di balik jeruji besi.

Keempat pelaku tersebut adalah HP (20), C alias Y (21), RS (20) dan WS (17) merupakan warga Dusun II Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Majalengka. 

"Keempat  tersangka tersebut sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas. Dari keempat tersangka, 1 tersangka tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan dikenakan wajib lapor," kata Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik didampingi Wakapolres Kuningan Kompol Jaka Mulyana, Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja, Kanit PPA IPDA Suhendi dan Kasubag Humas Polres Kuningan IPTU Herminal saat menggelar jumpa pers, Rabu (7/10/2020) di Aula WSP Mapolres Kuningan.

Penangkapan ini berdasarkan laporan dari orang tua korban sebut saja Bunga (13) yang melaporkan kejadian tersebut. Pelaku WS berkenalan dengan korban melalui media sosial dan mengajak korban untuk menonton hiburan dangdut. Akan tetapi, kata Kapolres, pelaku WS membawa korban ke sebuah gubuk di tengah sawah yang ada di Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin.

"Sebelum pelaku membawa korban, pelaku WS ini melihat ketiga temannya berada jembatan dekat gubuk tersebut sedang nongkrong sambil minum-minuman keras. Maka, keempatnya membuat rencana agar korban bisa disetubuhi," papar Kapolres.

Setelah pelaku WS berhasil menyetubuhi korban, korban diberi minuman keras dan diminta untuk melayani teman pelaku WS dengan dalih pelaku memiliki hutang sebesar 1 juta rupiah kepada temannya.

"Pelaku WS ini memohon kepada korban agar mau melayani temannya agar hutangnya lunas. Karena pengaruh minumana keras, maka korban mau disetubuhi oleh teman pelaku yang ternyata ada 3 orang," ujar Kapolres.

Karena korban tidak pulang ke rumah, lanjut Kapolres, maka orang tua korban mencarinya. Setelah bertemu, korban menceritakan kejadian yang menimpanya.

Para pelaku ini telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara dengan denda sebesar lima milyar rupiah. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.