TAK DAPAT JATAH PIMPINAN AKD, DEIS : KAMI TIDAK AMBISI


Seputarkuningan.com - 
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Dede Ismail mengaku tak berambisi soal jatah pimpinan pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Kuningan. Meskipun  harus rela kehilangan salah satu posisi Pimpinan AKD, namun hal itu dinilai biasa saja dan tak jadi persoalan bagi Fraksi Gerindra Bintang.

Deis menyebutkan, bagi Partai Gerindra berjalan sebagai oposisi sudah terbiasa. Bahkan, dulu ada yang lebih parah dalam perombakan AKD. Deis ditinggalkan semua fraksi dan menjadi satu-satunya yang hatrus digeser dai posisi jabatan ketua komisi.

"Ada yang lebih parah,  dulu menjelang pemilu 4 bulan lagi, saya digeser dari ketua komisi. Itu hanya saya seorang diri,” kata Deis kepada awak media, Kemarin.

Walaupun fraksinya memiliki jumlah 8 kursi di legislatif, Deis menganggap, tidak perlu serakah atau berambisi berlebihan dalam mengambil posisi jabatan pimpinan AKD.

“Kami sih biasa aja, karena sudah terbiasa di oposisi. Seperti kemarin itu kan diberikan kepada sahabat kami dari PBB sebagai bagian dari Fraksi Gerindra Bintang. Ini satu bentuk bahwa kami tidak gila jabatan, kalau sekarang kami seperti ini, ya kami happy saja. Justru paling happy karena kami menerima koalisi bareng lagi sahabat kami dari Fraksi PKB, sebab sama-sama tidak masuk di unsur pimpinan AKD,” ungkap Deis.

Deis menyebut, jika fraksinya terbiasa diluar pemerintahan atau sebagai oposisi. Sehingga terjadinya perombakan AKD ini merupakan dinamika politik yang wajar terjadi. 

“Jadi sudah biasa di luar pemerintahan, seperti di awal pelantikan, kita sudah di luar pemerintahan dengan membentuk Koalisi Kuningan Bersatu. Kita harus menyuarakan aspirasi," ujar Deis.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kuningan, Ujang Kosasih mengatakan,  dirinya tidak setuju jika dikatakan Fraksi PKB DPRD tersingkir dari posisi jabatan pimpinan AKD. 

“Saya tidak setuju kalau itu dikatakan tersingkir atau terdepak. Sebab jika sudah sesuai dan tidak melanggar Tatib DPRD, maka sah-sah saja dilakukan,” ucap Ujang yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kuningan. 

Oleh sebab itu, Ujang sangat menghormati, keputusan lembaga DPRD Kuningan yang telah menetapkan reposisi di struktur AKD. Walaupun pihaknya menjadi salah satu yang harus rela melepaskan jabatan pimpinan AKD. 

“Saya tidak kecewa dengan adanya reposisi AKD. Ini dinamika politik yang wajar terjadi di lembaga DPRD Kuningan,” ucap Ujang. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.