SAKIT HATI BERUJUNG MAUT


Seputarkuningan.com - DD alias Taspin (40) warga Dusun II Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan harus merasakan dinginnya tidur di balik jeruji penjara. Misteri kematian Sanah (79) akhirnya dapat diungkap. Ternyata DD pelaku pembunuhan Sanah merupakan keponakannya sendiri. Sanah ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 12 Mei 2020.

DD membunuh korban dengan alasan sakit hati karena korban sering menghina orang tua pelaku. Tak terima orang tuanya sering dihina, di hari naas tersebut DD membunuh korban dengan cara memukul dada korban sebanyak 1 kali menggunakan tangan kananya, kemudian memukul pelipis kiri korban dan mencekiknya.

(Baca : https://www.seputarkuningan.com/2020/09/pembunuh-sanah-terungkap-pelaku.html )

"Setelah itu, saya bekap wajah korban menggunakan bantal. Lalu saya ambil perhiasannya dan langsung berangkat ke Tangerang," ungkap DD ketika ditanya awak media saat menggelar Jumpa Pers di Aula WSP Mapolres Kuningan, Rabu (2/9/2020).

DD mengaku saat kejadian tidak mengetahui jika korban sudah meninggal dunia. Setelah menjual perhiasan emas yang didapat dari korban, DD langsung berangkat menuju Tangerang. Kini, DD menyesali semua perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa uwaknya tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengungkapkan bukti-bukti yang mengarahkan kepada pelaku adalah saksi yang melihat pelaku sebelum kejadian di rumah korban. Pelaku juga menghilang setelah korban meninggal dunia dan perhiasan yang digunakan korban menghilang.

"Pelaku kami ditangkap di Pasar Induk Tangerang. Selama ini pelaku selalu berpindah-pindah tempat. Bersama pelaku ditemukan surat-surat perhiasan emas milik korban yang telah dijualnya," ungkap Kapolres.

Setelah dimintai keterangan, pelaku mengakui semua perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.