REVITALISASI TAMAN KOTA DIANGGARKAN Rp 23,3 MILYAR


Seputarkuningan.com - 
Meski dalam situasi pandemi Covid -19 pembangunan revitaliasi taman kota untuk merubah wajah Kabupaten Kuningan  dimulai Sabtu (26/9/2020) kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuningan, H.M. Ridwan Setiawan mengatakan, pekerjaan telah dimulai dengan  diawali pemasangan patok pematokan dan Sabtu kemarin dimulai pelaksanaan pekerjaannya. Dengan rasionalisasi anggaran yang ada maka penataan taman kota dengan total nilai 23,3 Miliar.

“Tapi untuk tahap pertama, dengan pelaksanaan waktu 90 hari kerja dengan anggaran sekitar 14,3 Miliar akan diselesaikan tahun ini,” ujar Ridwan. kepada seputarkuningan.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020).

Bahkan Ridwan mengaku telah meminta kepada pihak ketiga agar pelaksanaan pekerjaan dikebut dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan infrastruktur aristektur yang dibangun juga harus baik, demi estetika wajah kota.  

“Saya sudah instruksikan agar pekerjaan dilaksanakan siang malam, all out pokoknya, tapi tidak mengesampingkan kualitas,” kata Ridwan.

Ridwan menyebut, dirinya telah melakukan penitikan awal pemasangan batas kerja dengan pihak konsultan perencana dan konsultan pengawas. Mengingat pekerjaan yang dibiayai sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini harus maksimal. Bahkan design gambarpun dibuat oleh Gubernur Jawa Barat sendiri.  

Bahkan jauh hari, kata Ridwan, pihaknya juga melaksanakan koordinasi dengan berbagai stakeholder seperti pedagang kaki lima sebanyak 170, yang akan ditempatkan sementara di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Sudirman serta belakang taman kota. 

“Untuk delman sendiri akan diletakan di Syeh Maulana Akbar bekas pangkalan delman lama dan Jalan Siliwangi,” kata Ridwan.

Untuk tahun 2021, tahap lanjutan pembangunan dengan nilai 9 Miliar, dia juga sudah berkoordinasi dengan dewan pendidikan, KNPI dan Pemuda Pancasila, karena bangunan ketiganya akan ikut di sulap menjadi area food court.  

“Alhamdulilah, mereka sudah mendukung untuk penataan taman kota. Intinya agenda ini diperlukan dukungan semua pihak karena kami tidak bisa melaksanakan pekerjaan itu tanpa dukungan, dan hasilnya nanti diserahkan ke masyarakat kuningan,” jelas Ridwan.

Gambar pekerjaan yang akan dilakukan, dijelaskan Ridwan, pertama penataan halaman Masjid Syarul Islam, nanti konsepnya terbuka, tidak ada pagar sehingga kendaraan besar bisa masuk. Kemudian jalan dua arah depan masjid menjadi 1 arah, lalu penataan relief menjadi tanam nol kilometer Kuningan, kemudian penataan Taman Kota sendiri yaitu menurunkan elevasi ketinggian, lalu pengerjaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dari Taman Kota ke halaman Masjid Syarul Islam, dan JPO dari Foodcort ke Taman Kota. 

“Kami minta doa, dukungan dan bantuan agar pembangunan taman ini sesuai dengan rencana, sehingga Kuningan kedepannya bisa terus membangun. Dan Sampai saat ini saya merasa didukung dan dibantu semua komponen yang ada, mudah – mudahan kita merencanakan, bisa terwujud dan sejalan dengan keinginan semua,”ujar Ridwan.

Dengan tertatanya wilayah perkotaan. Ridwan berharap kedepan akan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Kuningan. mengingat ada beberapa centra pariwisata yang akan dibangun diantaranya Waduk Darma, Palutungan, KRK dan daerah pengembangan di daerah Waduk Cileweung.

“Allhamdulilah, dalam situasi covid ini kita masih bisa membangun, memikirkan kebutuhan masyarakat Kuningan, khususnya penyediaan infrastruktur yang layak, yang lebih baik. Setidaknya dengan merubah wajah kota kuningan ini jadi awal kebangkitan di masa pandemi Covid -19 ini,” pungkas Ridwan. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.