PESANTREN JADI KLASTER COVID-19, WAGUB UU DATANGI KUNINGAN


Seputarkuningan.com - 
Bupati Kuningan H. Acep Purnama menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum dalam rangka membahas mengenai penanggulangan Covid-19 yang terjadi di kluster Ponpes Khusnul Khotimah Kabupaten Kuningan. Acara ini berlangsung di Pendopo Setda Kabupaten Kuningan, Selasa (29/09/2020).

Pertemuan ini dihadiri oleh Dandim 0615 Kuningan Letkol Czi Karter Joy Lumi, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr. Hj. SUSI LUSIYANTI, MM., Direktur RSUD 45 Kuningan dr. Deki Saefullah,  Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti, MH.Kes,SpDLP, Karo.Yanbangsos Jabar, Sahli 3 jabar.

Usai melakukan pertemuan, Bupati Kuningan  mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat untuk melakukan peninjauan langsung pelaksanaan test swab untuk para santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan.

Munculnya kluster Ponpes, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meminta kegiatan belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dihentikan sementara. Bupati Kuningan juga menyampaikan, untuk penanggulangan permasalahan ini pemerintah menawarkan tempat isolasi dan mengeluarkan surat penegasan untuk dilakukannya peninjauan ulang terhadap kebijakan proses KBM dengan tatap muka. 

“Namun diperlukan kerjasama semua pihak , untuk proses isolasi ini. Peningkatan kesadaran bagi yang sudah dinyatakan positif maupun yang bergejala untuk perlu dilakukan isolasI dan untuk santri – santri lain dapat dipulangkan terlebih dahulu serta menggunakan metode pembelajaran secara daring," kata Bupati kepada awak media.

Sementara itu, pihak Dinkes Kabupaten Kuningan pun melakukan koordinasi dengan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti,yang menghasilkan kesimpulan, akan lebih baik untuk dilakukan pemulangan pada santri di Pondok Pesantren yang belum terpapar. Dan untuk tata cara kepulangannya sendiri, bagi yang hasil swabnya menunjukan negatif akan dipulangkan, dan bagi yang positif akan dilakukan isolasi terlebih dahulu hingga menunjukkan hasil swab negatif, dapat baru dipulangkan sehingga aman untuk keluarga dan lingkungan.

Kadinkes Kabupaten Kuningan dr Susi Lusiyanti menjelskan bahwa sudah ada pembagian 4 zona sebagai upaya penanggulangan dari kasus ini yaitu zona 1 bagi yang positif, zona 2 bagi yang bergejala, zona 3 bagi yang belum dilakukan swab, dan zona 4 bagi yang sudah di lakukan swab tapi hasilnya negatif.

Dalam kunjungannya tersebut, Wagub Jabar memberikan  memberikan bantuan alat swab test sebanyak 5.000 untuk pengetesan Covid-19 di Ponpes Husnul Khotimah. Bantuan ini diberikan agar santri yang hendak dipulangkan bisa dites terlebih dahulu. 

“Pihak pimpinan ponpes Alhamdulillah dapat mengerti apa yang menjadi arahan dari pemprov. Tidak harus menutup, karena pesantren punya kewenangan masing-masing. Tetapi dengan kebijaksanaan pimpinan ponpes, beliau memutuskan untuk menutup," ujar Wagub. 

Ditempat yang sama juru bicara Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Sanwani mengatakan akan mengikuti arahan dari Wagub Jabar untuk memulangkan santri yang sehat.

Kebijakan untuk memulangkan sekitar 3.600 santri juga dilakukan setelah adanya penambahan 37 orang di Ponpes Husnul Khotimah yang positif covid-19. Yang jumlah seluruhnya sebanyak 93 santri yang terkonfirmasi positif.

"Ada penambahan pegawai dan santri yang positif dan melihat perkembangan itu, santri yang sehat akan dipulangkan," ucap Sanwani.

"Jadi yang negatif akan dipulangkan, nanti proses pemulangan akan diatur oleh pihak yayasan. Ini sesuai arahan Wagub dan Bupati," pungkas Sanwani. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.