PERTEMUAN GERINDRA-PKB DENGAN EDO DIANGGAP "GERTAK SAMBAL"


Seputarkuningan.com- 
Kendati pertemuan antara Wabup M. Ridho Suganda yang akrab dipanggil Edo dengan Ketua Gerindra H.Dede Ismail dan Ketua PKB H. Ujang Kosasih beserta seluruh anggota DPRD kedua parpol tersebut diklaim hanya silaturahmi biasa dan tanpa direncanakan, namun tidaklah mudah dihindari jika muncul asumsi bahwa pertemuan tersebut bukan hanya sekedar silatulrakmi yang  jauh dari bincang politik. 

Hal ini diungkapkan Ketua F-TEKAD Kabupaten Kuningan Sujarwo. Terlebih, hal tersebut  terjadi satu hari setelah kedua Parpol besar tersebut "dihabisi" dari unsur Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang selama ini dinilai posisi strategis dan memiliki nilai "gengsi" bagi sebuah Partai Politik.

" Entah siapa yang menjadi penggagas dari pertemuan tersebut atau memang terjadi tanpa digagas terlebih dahulu. Kita mana tahu," ungkat Mang Ewo sapaan akrabnya kepada seputarkuningan.com, Senin (21/9/2020).

Mang Ewo menilai bahwa, pertemuan tersebut  terkesan sebagai bentuk "perlawanan" dari kedua Parpol tersebut kepada Parpol yang  berkuasa di Legislatif  Kuningan yang secara kebetulan dipimpin oleh sosok yang juga menjadi Pimpinan tertinggi Lembaga Eksekutif Kuningan, yakni H. Acep Purnama. 

"Kehadiran sosok Wabup M.Ridho Suganda terkesan juga sebagai upaya dari kedua Parpol t untuk "mengelus" kader Partai yang dipimpin Acep Purnama untuk diusung pada helatan politik lima tahunan (Pilbup), walau agenda tersebut masih cukup lama dengan asumsi dilaksnakan pada 2023," tambah Mang Ewo.

Namun, lanjut Mang Ewo,  kalaupun ada kelompok masyarakat yang memandang bahwa manuver Geindra dan PKB "mendekati" Ridho Suganda yang hingga saat ini belum menyatakan diri akan tampil pada Pilbup nanti, hanya sebuah manuver dan "gertak sambal" pada Parpol Penguasa baik di Legislatif maupun Eksektutif, juga menjadi pandangan yang tidak bisa disalahkan.

Jika kecurigaan masyarakat bahwa apa yang dilakukan Gerindra dan PKB hanya sebuah manuver dan "gertak sambal" belaka demi kepentingan sesaat Petingginya, dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap kedua Parpol tersebut nantinya.

"Tidak mustahil juga jika kehadiran Edo di pertemuan tersebut akan memunculkan asumsi sebagai langkahnya untuk memuluskan jalan menuju pertarungan pada Pilbup mendatang.  Prediksi tersebut tidaklah  berlebihan, jika Edo punya keinginan sebagai Cabup bukan Cawabup, karena kemungkinan besar Acep Purnama diprediksi akan maju kembali sebagai Cabup, terlebih aturan masih membolehkan," pungkas Mang Ewo. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.