MANG EWO : TIDAK DAPAT AMANAH JANGAN MUNCUL "AMARAH"

Ketua F-Tekad Sujarwo
Seputarkuningan.com - Ketua F-TEKAD Kabupaten Kuningan Sujarwo mengatakan,  rotasi, mutasi mapun promosi jabatan birokrat hendaknya dipandang ebagai sesuatu yang biasa. Hal ini tentunya  sesuai kebutuhan organisasi serta tak dipandang sebagai susuatu yang "sakral" seperti fenomena selama ini. 

"Dengan memaknai sesuatu yang menjadi kebutuhan birokrasi tentu saja guna meningkatan hasil kerja yang optimal serta hal ini didasarkan pada penilaian yang objektif pada prestasi kerja birokratnya," kata Mang Ewo sapaan akrab Sujarwo kepada seputarkuningan.com, Rabu (19/8/2020).

Diharapkan, lanjut Mang Ewo,  saat pelaksanaan rotasi, mutasi maupun promosi jabatan tidak memunculkan pro kontra baik dilingkup birokratnya maupun masyarakat yang akan menjadi "penikmat" dari pelayanan dan pengabdian yang dilakukan jajaran birokrat.

"Ketika seorang birokrat yang tersentuh kebijakan rotasi, mutasi maupun promosi hendaknya tidak dipandang sebagai "hadiah" dari pimpinan karena hakekatnya jabatan merupakan amanah yang tidak ringan untuk menjalankannya. Dan yang terpenting, ketika seorang birokrat tidak terakomodir mendapat amanah pada suatu posisi (jabatan) hendaknya tidak muncul menjadi "amarah"," ujar Mang Ewo.

Mutasi yang akan segera digelar oleh Pemkab Kuningan adalah suatu keharusan, karena saat ini terdapat beberapa posisi di semua tingkatan eselon yang kosong pasca ditinggal pensiun  pejabat lama. 

"Jika kondisi kekosongan dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengganggu ethos kerja dan tidak tercapainya target," pungkas Mang Ewo. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.