BANDAR SHABU ASAL BANDUNG DIBEKUK POLRES KUNINGAN


Seputarkuningan.com - Dalam kurun waktu satu bulan, Satres Narkoba Polres Kuningan telah mengungkap dua kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu dan satu kasus penyalahgunaan obat-obat terlarang  dengan tersangka yang diamankan sebanyak lima orang. Sejumlah barang bukti turut diamankan dari para tersangka.

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik didampingi Wakapolres Kuningan Kompol Jaka Mulyana dan Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Arif Budi Hartoyo saat menggelar Jumpa Pers Selasa (19/8/2020) mengatakan, selama Bulan Agustus 2020 ini pihaknya berhasil menangkap para pengedar narkotika jenis shabu.

"Ada lima tersangka yang diamankan dari 3 kasus yang berhasil diungkapkan. Dua penyalahgunaan narkoba jenis shabu dan satu penyalahgun oba-obatan keras tanpa ijin edar," kata Kapolres kepada awak media.

Dari lima tersangka yang diamankan, salah satunya diduga merupakan bandar shabu berinisial RS (41) warga Kecamatan Batununggal Kota Bandung dengan barang bukti yang berhasil diamankan 12 paket narkotika jenis shabu yang terbungkus plastik klip bening di dalam lakban warna hitam dengan berat kotor 11,45 gram.

"RS berhasil kami amankan berawal dari diamankannya TB (40) warga Kecamatan Sindangagung yang memiliki shabu seberat 0,87 gram. Dari hasil keterangan TB, barang haram tersebut didapat dari RS," ujar Kapolres.

Ketiga tersangka lainnya adalah RS (20) warga Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon dengan barang bukti shabu seberat 0,79 gram. Sedangkan dua tersangka lainnya DS (18) warga Kecamatan Luragung dan AG (26) warga Kecamatan Cidahu dengan barang bukti 1.974 butir obat keras jenis Trihexyphenydil, 374 butir obat jenis Tramadol, 1.000 butir obat jenis Hexymer serta uang tunai sebesar 100.000 rupiah.

Tersangk TB dan RS dijerat pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika terancam pidana 4 tahun penjara, dan RS Alias G dijerat pasal 114 Jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika terancam hukuman pidana 20 tahun penjara. Dan  DS dan AG dijerat pasal 197 jo 196 Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan terancam pidana 15 tahun penjara. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.