REALISASI ANGGARAN COVID-19 DI KUNINGAN TEMBUS Rp 34,5 M


Seputarkuningan.com - 
Hampir empat bulan Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan berkutat dengan permasalahan pandemi Covid-19. Berbagai program dijalankan Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai upaya antisipasi dan penanganan wabah pandemi Covid-19. Setidaknya sebanyak 34,5 milyar rupiah anggaran penanganan Covid-19 telah terserap dan terealisasi.

Diketahui, pada parcial keempat Pemkab Kuningan menganggarkan Rp 72.370.881.146 untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran tersebut masuk ke dalam dana Bantuan Tak Terduga (BTT) yang telah dirasionalisasi Pemkab Kuningan berdasarkan Surat Keputusan Bersama dua mentri yakni Mentri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri terkait refocusing anggaran

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Asep Taufik Rohman, saat melakukan audiensi bersama Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS), Rabu (1/7/2020).

"Rp 72.370.881.146  tersebut merupakan rencana anggaran yang digunakan untuk kegiatan penanggulangan Covid-19. Dan data per hari ini telah terealisasi sebesar Rp 34.564.732.200. Sisa anggaran masih sekitar Rp 37.806.148.946," kata Opik sapaan akrabnya.

Rincian anggaran tersebut adalah  Pengadaan Alat dan Obat untuk Penanganan Covid-19 Rp 2.000,000,000  realisasi  Rp. 2 000, 000,000,  pembuatan ruang isolasi dan ruang perawatan khusus Covid-19 Rp 1.000.000.000 realisasi 1.000.000.000, dukungan sarana dan prasarana untuk penangan Covid-19 Rp 3.000.000.000 realisasi Rp. 3.000.000.000, pencegahan dan pengendalian suspec Corona Virus 19 Rp. 4.000.000.000 realisasi Rp. 1.000.000.000 sisa anggaran Rp 3.000.000.000, pengadaan rumah sakit darurat Covid-19 Rp. 7.500.000.000 realisasi Rp. 7.500.000.000, renovasi rumah darurat Covid-19 Rp. 2.250.000.000 realisasi Rp. 2.250.000.000, penyediaan stok sembako antisipasi dampak Covid-19 Rp. 500.000.000 realisasi Rp. 500.000.000, penyediaan stok pangan antisipasi dampak Covid-19 Rp. 2.500.000.000 realisasi Rp. 500.000.000 sisa anggaran Rp. 2.000.000.000, Aktivasi posko Crisis Center Covid-19 dan LPPL Rp. 11.620.881.145 realisasi Rp. 7.274.347.800 sisa anggaran Rp. 4.346.533.345, penanganan dampak ekonomi Covid-19 sektor pertanian, peternakan dan KUKM Rp. 9.000.000.000 belum terealisasi, insentif tenaga medis Rp. 3.000.000.000 belum terealisasi, dan jaring pengaman sosial Rp. 26.000.000.000 realisasi Rp. 9.540.384.400 sisa anggaran Rp. 16.459.615.600.

"Semua anggaran yang telah terealisasi tersebut sesuai dengan kebutuhan yang diajukan. Saya harapkan sisa anggaran ini tidak terpakai. Tapi hal tersebut tidak mungkin, karena tahap kedua bantuan sembako sebesar lima milyar rupiah kan harus dibayar,' ujar Opik. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.