KORBANNYA TEWAS, POLISI TANGKAP TERDUGA TABRAK LARI


Seputarkuningan.com - 
Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Rizki Syawaludin Akbar, menyebutkan Satlantas Polres Kuningan berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial MM (37) warga Dusun Manis Desa Kelapagunung Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan bersama sebuah truk yang dikendarainya, diduga telah melakukan tabrak lari dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Kuningan-Cirebon tepatnya Desa Sampora Kecamatan Cilimus.

Dijelaskan Kasat, kejadian laka lantas tersebut terjadi pada Hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 sekira pukul 05.30 Wib  dan telah mengakibatkan seorang laki-laki bernama Agus Purwanto (37) warga Desa Tepisari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah meninggal dunia.

Sebelumnya, korban (Agus Purwanto), mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan Nopol AD-6562-EO melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon dan sesampainya di TKP, korban menyalip kendaraan yang di depannya, tiba-tiba dari arah berlawanan melaju mobil truk yang searah dengan korban dan terjadi tabrakan.

"Kecelakaan tersebut telah mengakibatkan korban meninggal dunia seketika," ujar Kasat.

Akan tetapi, kata Kasat, pelaku tidak berupaya menolong korban ataupun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat, malahan pelaku melarikan diri ke arah Kuningan.


"Hasil dari penyelidikan dan keterangan beberapa orang saksi, dan barang bukti spion yang ada di TKP maka kami mendatangi agen penjualan es balok, karena hasil dari keterangan saksi kendaraan tersebut biasa digunakan membawa es balok," ujar Kasat.

Atas dasar tersebut, pihaknya mendatangi agen penjualan es batu di Desa Kelapagunung dan menemukan kendaraan Truk dengan Nopol E-8593-ZX warna hijau terparkir di depan rumah agen es balok dalam keadaan spion tidak terpasang dan bodi mobil sebelah kanan rusak.

"Setelah memperoleh keterangan dari agen penjual es balok, maka kami mendatangi rumah pelaku. Awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun setelah dijelaskan tanda-tanda di ttruknya itu akhirnya mengakui. Saat itu juga petugas langsung mengamankan pelaku dengan truknya," ujar Kasat.

Akibat perbuatannya, pelaku telah melanggar pasal 312 UU No. 20 tahun 2009 tentang lalu lintas dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.