DITUDING KELOMPOK RADIKAL DAN PREMAN, FPI KUNINGAN ANGKAT BICARA


Seputarkuningan.com - 
Penyegelan Batu Satangtung yang dianggap tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Satpol PP Kabupaten Kuningan menuai polemik berkepanjangan. Dilansir di sebuah berita online gesuri.id yang berjudul Segel Makam Sunda Wiwitan, Pemda Bermitra Dengan Preman ( Baca : 
https://www.gesuri.id/pemerintahan/segel-makam-sunda-wiwitan-pemda-bermitra-dengan-preman-b1YPvZuEC ).  

Tidak terima disebut preman dan kelompok radikal oleh Kanti W Janis, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuningan yang turut tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kuningan (FMPK) menayatakan sikap atas pernyataan tersebut.

Sekretaris FPI Kuningan Ust. Lukman mengatakan bahwa, FMPK  mendukung penegakkan hukum yang dilakukan oleh Pemkab Kuningan.

"Kami awalnya menadapat undangan dari warga sekitar lokasi pembangunan Batu Satangtung yang mempunyai inisiatif untuk memberikan dukungan moral kepada Sat Pol PP yang akan melakukan penyegelan tempat tersebut," kata Lukman kepada seputarkuningan.com, Kamis (23/7/2020).

Selama berlangsungnya penyegelan, kata Lukman,  proses berjalan dengan lancar, kondusif dan damai. Tidak seperti yang dituduhkan seperti yang tertulis di media-media lain yang notabene tidak mengetahui kejadian sesungguhnya di lokasi.

 "Kami ingatkan kembali kepada Pihak Keluarga Paseban untuk sadar menerima dengan lapang dada atas keputusan yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dan segera menghentikan serta  membongkar kembali bangunan pemakaman tersebut. Dan jangan  sekali-kali menebar fitnah keji terhadap masyarakat yang menolak maupun Pemkab Kuningan," tegas Lukman.

Lukman menegaskan, bahwa FMPK bukanlah preman ataupun komunitas radikal yang dipersiapkan oleh Pemkab Kuningan.

"Kami mendukung penyegelan atas kesadaran sendiri bukan karena diminta oleh pihak Pemkab," pungkas Lukman. (Elly Said)

No comments

Powered by Blogger.